Diberdayakan oleh Blogger.

Anak Baru itu Bernama Pengenikah

by - Juni 12, 2021


Teman-teman yang mengikuti Instagram gue mungkin sebagian tahu tentang kesibukan gue setahunan lalu yang sedang mengurus dan membesarkan anak baru. Namanya Pengenikah WO.

Tadinya nggak kebayang sama sekali kalo akan menekuni bidang WO ini, nggak ada gambaran sama sekali butuh apa aja untuk menjadi WO. Tapi dasar anaknya nekat dan suka dengan tantangan baru, akhirnya berani dicoba dan wolaaaaa jadilah anak baru itu bernama Pengenikah WO.

Berawal dari ajakan salah satu temen waktu kapan tahu gitu, dan temennya juga bukan temen yang sering ketemu dan jauh dari kata akrab. Makannya pas diawal nggak begitu yakin dan menguap begitu aja rencana itu. Kemudian beberapa waktu setelahnya ada temen kali ini lebih deket dan cukup sering ketemu ngajakin bikin project bikin brand dengan produk retail. Saat dipropose waktu itu gue mikir pretelan dan segala macem detail ketika kita mau establish bisnis retail model gitu, selain menyiapkan manajemen juga pasti ada modal dan kemungkinan balik modal atau enggaknya sama. Jadi gue mikir ulang dan ketika gue pikir-pikir malah jadi keingat projek WO yang diajak temen gue yang nggak gitu akrab itu.

Jiwa pelayan gue milih untuk nyeriusin bisnis yang emang bergerak dibidang jasa dan konsep tanpa mengeluarkan modal dulu. Yuyur gue belum cukup banyak tabungan untuk invest modal bikin produk dll yang punya risiko untuk nggak balik dulu karena ya usaha ritel emang lebih berisiko kalo menurut perhitungan gue saat ini. Jadi gue balik lagi dengan teman yang nawarin gue dulu buat serius aja garap WO-nya jadila kita berdua mulai bikin2 logo, nama brand, manajemen dll-nya.

Proses set up itu berjalan dengan sangat cepat jujur aja, akhir tahun 2019 lah kita mulai sering datang ke acara wedding expo sampe dikira mau nikah. Kebetulan juga partner gue yang satu cowo namanya Ali. Selama set up itu tiap kali gue abis meeting sama Ali selalu story di IG pamer ke temen di sosmed gue lagi ada projek baru, dan syukurnya dari story itu masuklah beberapa DM menanyakan tentang WO yang sedang gue bangun.

Singkat cerita akhirnya ada satu temen SMA gue yang kecantol dengan jasa WO gue dan resmi jadi client pertama pada bulan Februari 2020. Rencana wedding dia saat itu bulan Juni 2020 dan tahukan apa yang terjadi setelah bulan Maret tahun 2020 lalu. Yap, semua ambyar. Client pertama gue, Widya namanya jadi maju mundur karena sampai bulan Mei itu peraturan tidak boleh mengadakan kegiatan wedding belum dicabut pemerintah, Gue yang masih amatiran ini sebagai WO tambah puyeng. bulan Maret gue dapat client lagi satu dari temen kantor, rencana weddingnya masih Oktober jadi kala itu masih berfikiran bulan Oktober pasti pandemi udah kelar dan ternyata sampai dengan gue nulis cerita ini pandemi itu masih gentayangan.

Singkat cerita setelah rapat keluarga beberapa kali, wedding Widya tetap dilakukan bulan Juni akad resepsi menyusul sampai kondisi stabil. Dan wedding client ke dua gue yang dari temen kantor namanya Zula, dibatalkan. Antara sennang dan sedih waktu itu karena dengan pengunduran dan pembatalan tersebut berati gue dan Ali masih ada waktu buat lebih prepare lagi dalam menyiapkan WO dadaakan ini. Gue gugup tentu saja waktu itu, gue beneran nggak ada pengalaman soal per Wo-an ini bahkan ikut sebagai crew WO aja nggak tahu. At least ketika gue pernah jadi crew, gue tahu step dan apa aja yang perlu di-handle saat wedding. Nah kalo engga sama sekali kan ngenblank dong gue ngga tahu kudu apa aja step-stepnya dan nyiappin apa.

Ditengah gue masih sambil nyari tahu itu, client yang tadinya batal jadi menghubungi lagi kalau akan nikah bulan Agustus which is dihubungi bulan juni akhir setelah gue selesai hanlde akad nya Widya. Mau gue tolak sayang rasanya, nggak ditolak tapi ini terlalu mendadak manalah acara weddingnya nggak mau yang santai.


Segala ada pedang pora, dan karena masih dalam kondisi pandemi waktu itu jadi tamu undangan kita bagi dua shift agar teteap susuai protokol kesehatan. Disinilah perjalanan dimulai. Babat Alas, kalau kata orang Jawa, apa yang kemaren gue kerjain itu babat alas. Ngerjain sendiri semua dari nol, karena partner gue waktu itu sedang sakit typus dan kondisinya naik turun jadi gue ambil alih semua.

Bisa Sul? bisa, bisa gila! hahhaa ini beneran pengalaman yang menakutkan, menyenangkan tapi ternyata membanggakan setelah semua selesai. Satu minggu sebelum hari-H gue udah diserang stress tiap malam dan gelisah, takut ini nggak berjalan lancar dan sebagainya. First event, cukup gede dengan tamu undangan 250, ada rangkaian acara pedang pora dan adat tradisional lainnya serta dalam kondisi ketat karena pandemi pula. Malam hari sebelum acara gue nggak tidur, beneran di ballroom hotel dari nungguin orang dekor sampai gladi resik pedang pora dan sebagainya.

Alhamdulilah dengan segala perjuangan berdarah-datah waktu itu event pertama berjalan lumayan lancar walaupun acara akad paginya agak kacau karena maju dari pengulu yang nggak koordinasi dulu. Tapi rangkaian acara resepsi dan yang paling mendebarkan pedangporanya lancar jaya. Kebayar sudah semua rasa stress dan malam-malam nangis itu. Hahah oia, baju seragam tim pun cukup drama waktu itu. Baru jadi bener-bener H-1 gara-gara banyak penjahit yang full barengan dengan jahitan anak sekolah. Serba deg-degan dan waahh nggak ngerti lagikondisinya waktu itu kok ya ternyata gue bisa ngerjainnya.

Sowri,  foto ini ngeblur. Foto yg nggak ngeblur, cek langsung di website kita ya.

Gue beneran baru tahu ternyata banyak banget point yang bikin loe stress mendekati hari H pernikahan. Detail-detail kecil yang kadang ke-skip kalo semua loe kerjain sendiri, kecuali emang lo anaknya detail dan teliti yak. Tapi at the hari H nya kan nggak mungkin loe negrjain semua sendiri kayak ngurusin tamu, catering, rangkaian acara saat resepsi dan lain-lain akan tetep butuh orang untuk meng-handle nya. At least loe kudu punya panitia yang bisa dari keluarga, tapi ngga semua keluarga atau kerabat dekat mau kan direpotin jadi panitia. Pun misalnya ada yang mau mereka juga belum tentu tahu apa-apa aja yang harus dikerjain saat jadi panitia wedding. thats why WO sangat dibutuhkan di sini. Nah yang butuh bantuan jasa WO buat ngurus keperluan pernikahan duniawi bisa tanya-tanya dulu gpp, cek juga ke website kami ya
https://pengenikah.com/





You May Also Like

1 komentar

  1. Wuahhh mantep nih jadi pengenikah beneran, memang gak mungkin sih kalau segala hal yang berkaitan dengan pernikahan itu diurus sendiri, atau diurus oleh keluarga besar itu sendiri. Pasti kita akan membutuhkan orang lain yang juga bisa membantu..

    Eh tapi btw kok link terakhir yang pengenikah.com itu setelah saya klik ngarahnya jadi ke dashboard blogger ya.. Apa cuma saya yang salah?

    BalasHapus