Diberdayakan oleh Blogger.

Yuk Diet Kantong Plastik

by - Juli 03, 2020


Kampanye untuk tidak berlebihan menggunakan kantong plastik sekarang ini sedang banyak digaungkan ya nggak sih, karena penggunaannya yang berlebihan mangakibatkan banyak tumpukan sampah yang nggak bisa diurai oleh bumi. Satu produk sampah plastik, baru bisa diurai setelah puluhan hingga ratusan tahun setelahnya. Bayangin, kalau ada miliaran ton sampah plastik di muka bumi ini? Berapa banyak sampah yang akan memenuhi bumi? Terus mau jadi apa bumi ini di masa depan?? haduueuuh

Data Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun. Sebanyak 3,2 juta ton di antaranya merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut. Sebelumnya, berdasarkan data The World Bank 2018, sebanyak 87 kota di pesisir Indonesia memberikan kontribusi sampah ke laut diperkirakan sekitar 1,27 juta ton. Dengan komposisi sampah plastik mencapai 9 juta ton dan diperkirakan sekitar 3,2 juta ton adalah sedotan plastik! Sumber yang sama menyebutkan, kantong plastik yang terbuang ke lingkungan sebanyak 10 miliar lembar per tahun atau sebanyak 85 ribu ton kantong plastik. 


Gaeess kebayang nggak kalau dalam waktu 10 sampai 20 tahun ke depan lautan kita jadi dangkal karena sampah plastik ini? nggak akan menarik buat foto-foto kala liburan ke pantai yakaaan.

Karena itu, pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 83 Tahun 2018, tentang Penanganan Sampah Laut yang berisikan strategi, program, dan kegiatan yang sinergis, terukur, dan terarah untuk mengurangi jumlah sampah di laut, terutama sampah plastik.

Regulasi ini dituangkan dalam bentuk Rencana Aksi Nasional Penanganan Sampah Laut Tahun 2018-2025. Rencana Aksi ini merupakan dokumen perencanaan yang memberikan arahan strategis bagi kementerian/lembaga, dan acuan bagi masyarakat serta pelaku usaha dalam rangka percepatan penanganan sampah laut untuk periode delapan tahun, terhitung sejak 2018 sampai dengan 2025.

Diet Kantong Plastik





















Diet nggak melulu tentang makan atau minum yang kita konsumsi gaes. Diet yang saat ini sedang tren salah satunya adalah diet sampah plastik, termasuk kampanye diet kantong plastik yang dulu sempat ramai disosialisasikan. 

You know what, menurut situs Forbes, Indonesia merupakan salah satu dari 5 negara di Asia yang membuang sampah plastik ke laut terbanyak dibandingkan dengan gabungan negara-negara lain di seluruh dunia. Bukan sekadar masalah Asia saja, persoalan mengenai bahaya limbah plastik merupakan masalah dunia. Limbah plastik negara Amerika Serikat sebanyak 33.6 juta ton dan hanya 9.5% saja yang didaur ulang. 

Tidak harus menjadi aktivis lingkungan terlebih dahulu gaes, dengan aksi sederhana dalam mengurangi sampah plastik atau diet plastik ini dapat dimulai dari kita sendiri. Begini caranya:

1. Menolak kantong plastik yang diberikan


Coba deh kamu pikir-pikir lagi, dalam sehari kamu bisa pegang berapa banyak kantong plastik sih? beli makan dapat bonus plastik, beli minum dapat bonus lagi plastik, beli buah masih dikasih plastik juga. banyak banget kan plastik dikehidupan  kita? Berarti saatnya diet kantong plastik harian kamu nih. Say no to plastic bag! Berani menolak kantong plastik yang diberikan ketika kamu membeli sesuatu. Ganti kantong plastik dengan tote bag atau kantong lipat yang dapat dipakai berulang-ulang kemanapun saat pergi. 

2. Menolak sedotan sekali pakai

Minuman dingin dan menyegarkan emang enak banget dinikmati pas hari panas, biasanya disajikan dengan sedotan. Tapi tahukan kalau sedotan plastik sekali pakai yang kamu gunakan itu merupakan salah satu penyumbang sampah terbesar di dunia?

Jadi,tolak dan kembalikan sedotan plastik sekali pakai itu ya. Lakukan diet sedotan plastik dengan menggantinya dengan sedotan berbahan baja, bambu, atau kaca yang bisa kamu bawa ke mana-mana. Sedotan yang lebih ramah lingkungan seperti ini sudah bisa kamu dapatkan di market place ataupun toko online. Bentuknya pun lucu-lucu kok! Atau terpaksanya lupa bawa, bisa diminum tanpa sedotan biar makin seger langsung dari tempatnya.


3. Membawa kotak makan dan tempat minum sendiri.


Membawa bekal makanan ketika beraktivitas dapat mengontrol asupan makanmu. Kotak kosongnya juga bisa kamu gunakan untuk membungkus makanan dan membawanya pulang. Gak perlu tuh membungkus menggunakan stereofoam. Hitung-hitung  juga diet kantong plastik kan?

Tidak bisa hidup tanpa kopi? Daripada memakai gelas karton atau plastik sekali pakai, bawa deh gelas tumbler-mu sendiri. Beberapa kedai kopi bahkan memberikan potongan untuk pelanggan yang membawa gelas wadahnya sendiri.

Selain membawa kotak makan dan botol minummu sendiri, jangan lupa untuk membawa alat makannya juga dong! Ketika kamu membungkus makanan, tolak deh sendok atau garpu plastik sekali pakai yang diberikan. Kamu bisa membawa dan menggunakan alat makan berbahan baja ataupun bambu yang lebih ramah lingkungan.

6. Tidak menggunakan cotton buds 
& Pisau Cukur sekali pakai 
Benda-benda plastik sekali pakai ini memang praktis dan murah, tapi pikir lagi deh bagaimana dampaknya bagi lingkungan. Cobalah cari pisau cukur yang bisa diisi ulang, meski harganya relatif lebih mahal. Setidaknya, sampah plastik yang dihasilkan dari pemakaian individu lebih sedikit kan

Cuma cotton buds kok. Terdengar sepele ya? Untuk perempuan, cotton buds ini gunanya banyak banget. Dari untuk menghapus riasan yang salah, penggunaannya juga bisa untuk bayi dan anak-anak. Kalau bisa nih, pilih yang bergagang karton ya. Bahan karton lebih mudah terurai dan lebih mudah untuk didaur ulang dibandingkan dengan plastik.
7. Tidak menggunakan produk perawatan dengan mikroplastik.

Microbeads atau mikroplastik ini adalah butiran-butiran kecil plastik (biasanya polyethylene atau polypropylene), digunakan pada produk perawatan atau produk pembersih sebagai scrub. Hayo, produk kecantikan kamu mengandung mikroplastik gak? Langsung cek sekarang deh!

Yang perlu kamu tahu, selain berbahaya bagi kesehatan, mikroplastik juga dapat merusak lingkungan. Bayangkan aja, mikroplastik yang sangat kecil itu terbuang ke laut sebagai limbah. Lalu dimakan karena dianggap plankton oleh hewan laut, dan akhirnya kembali ke tubuh kita, ketika kita mengkonsumsi makanan laut yang mengandung mikroplastik ini.

Hari Tanpa Kantong Plastik Sedunia
Nah, hari ini tanggal 3 Juli diperingati sebagai hari tanpa kantong plastik sedunia. Sebuah platform digital yang fokus dengan mengubah kebiasaan orang untuk lebih sehat dan menyayangi lingkungan, namanya @Sembutopia mengajak kita semua untuk menyayangi diri sendiri dengan memillih makanan yang baik dikonsumsi dan menyayangi lingkungan dengan memilih barang sehari-hari yang kita gunakan.

Rajin makan makanan sehat dan olahraga serta mengurangi sampah untuk kebaikan lingkungan kita, hal kecil yang dilakukan secara konsisten pasti akan membawa perubahan besar.

Sebagai milenial yang sadar lingkungan, cara diet kantong plastik atau diet plastik sekali pakai mana yang sudah kamu lakukan selama ini?

Kalau kamu sudah berusaha melakukan hal-hal di atas demi bumi dan lingkungan yang lebih baik, hal terakhir yang harus kamu ingat adalah membuang sampah pada tempatnya, kalau bisa pisahkan juga sampah menurut jenisnya ya! 




You May Also Like

0 komentar