In catatan isul Jalanjalan

Wisata Keluarga di Museum Satwa Batu Malang



Liburan ke Batu Malang ini sebenernya udah dari kapan bulan, tapi belum sempet juga untuk dipamerin bahkan sekedar pamer di Instagram. Se-sok sibuk itu emang gue yang sekarang. ini bahkan belum selesai dengan draft-draft tulisan perjalanan minggu-minggu lalu, gue baru aja balik dari acara ngecamp di tempat baru yang baru banget akan di buka november besok. Sayang kan kalau ngga di tulis juga, tapi mau ditulis ya kudu antri. Haha, set dah jam terbang makin rumit sekarang ya sul.

Kayak jalan-jalan ke Malang awal bulan banget September lalu. Ada kali empat lokasi yang dikunjungi, tapi ini nyicil dulu yang di museum satwa ya. 

Oke, museum satwa masuk dalam lingkup Jatim Part II yang udah di buka sejak 2015 kalo nggak salah dan mungkin udah ada seperempat atau bahkan setengah dari penduduk Indonesia yang udah pernah datang ke sana. Tapi dari setengah yang udah pernah ke sana kan nggak semuanya nulis di blog, jadi review di blog ini masih ada kemungkinan untuk tidak membosankan walaupun lokasi yang gue datangi bukan lokasi baru lagi. 

Lagian gue percaya setiap orang punya pengalaman yang beda walaupun datang ke tempat yang sama dengan hari dan jam yang sama. Jadi kalaupun yang udah pernah datang ke sana dan nemu tulisan ini bisa jadi punya pengalaman yang beda, bisa dilengkapi pengalamannya di kolom komen kok. *kode biar kolom komen nggak kosong


Museum satwa, diawal kemunculannya gue sempet takjub walaupun belum ke sana dan hanya stalking lewat sosial media. Itu museum, tapi jauh dari kesan museum. You know lah kesan museum kita -baca museum yang ada di Semaranag- yang kayak gimana, dan di museum satwa sana jauh untuk dikatakan kayak museum kebanyakan. Kebetulan peringatan hari museum Indonesia kemaren yang jatuh di tanggal 12 Oktober 2017 gue ada tour di empat museum yang ada di Semarang - dan ya sekali lagi masih nagkring di draft- yang nanti bisa dibandingin.

udah tayang kok ini linknya, hihi Klik Sini

Jadi Museum Satwa didirikan sebagai lembaga konservasi satwa liar. Layaknya museum pada umumnya yang menampilkan koleksinya, di sana juga menampilan koleksi satwa-satwa yang diawetkan juga fosil-fosil purba yang konon didatangkan dari berbagai benua di suruh dunia.

Foto ini diambilnya di google karena pas nggak ada foto ini
 Dari beberapa foto yang gue liat sebelum datang ke sana, yang bikin paling penasaran adalah replika kerangka satwa purba apatosaurus dan  tyronnasaurus kayak gambar di atas. Keren banget like di film night at the museum I, dan gue masukin ke list must to take picture there. Tapi pas kemaren ke sana udah ganti.




Diganti dengan satwa satwa ini hiks.. sayang banget harusnya nggak perlu diganti karena menurut gue itu yang bikin keren diawal masuk museum itu. Dan satu lagi yang bikin harus mendesah WOW begitu memasuki museum itu adalah design sangkar-sangkar burung dan tanaman-tanaman yang fotoamble itu.









Nggak dipungkiri tempat wisata jaman now emang yang paling ramai dikunjungi wisatawan adalah yang bisa menawarkan banyak spot foto. Museum Satwa sangat paham tentang strategi itu, jadi designe yang ada di sana setiap sudut bisa buat foto banget. Nggak heran kenapa setiap hari di sana rame banget. 

Sekarang mulai jelajah ke ruang pamer mereka, ada beberapa yang pertama ruang insectarium.



koleksi ratusan bahkan kayaknya ribuan serangga dari berbagai negara di seluruh dunia. Dan kemaren gue sampe nemu serangga yang belum pernah gue liat sebelumnya. 


Ruangan ke dua diorama, replika bebagai satwa dan alamnya. Selanjutnya pameran fosil, yang terdapat di sana adalah fosil-fosil dan tulang yang telah direkostruksi menyerupai struktur satwa aslinya.

 
Ada juga live show annimal dan pengetahuan fauna yang menyuguhkan pertunjukan antara perbedaan teknologii canggih dengan boneka hewan robot yang bercerita tentang kehidupan satwa pada zaman dulu.




Sepanjang jalan sampai menuju lokasi keluar bawaanya pengen foto banget. Walaupun museum tapi asik banget buat wisata apalagi bareng keluarga. Nggak ada bosennya sama sekali dan flat. Selalu ada kejutan setiap sudut ruangan. Cuman nggak bisa semua foto gue pamerin sini, biar yang belum ke sana tetep penasaran sebagus apa tematnya. Kudu ke sana sih gue saranin, apalagi untuk anak-anak akan sangat ngebantu buat belajar mengenal hewan-hewan lainyya. Tiketnya nggak mahal kok, 60.000 untuk weekdays dan 75 weekend. Buka setiap hari dari jam 10.00 sampai 17.00 WIB. Segera agendakan jalan-jalan ke sana bersama keluarga.

















Related Articles

2 komentar:

  1. aku dua tahun lalu kesana masih ada tulang belulang dinosaurusnya, sayang banget ya diganti. aku pernah nulis juga liburan ke museum satwa, kali aja minat baca di link ini ya ehehe https://aprilendah.blogspot.co.id/2015/09/main-sebentar-ke-jawa-timur-park-2.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai kak Endah, hihi iya loh sayang banget kalo diganti ya display kerangka dinosaurusnya..

      linknya kok nggak bisa dibuka yaa.. hihi tapi ku coba buka2 blog nya ya..

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Popular Posts