In catatan isul Lifestyle

10 Langkah Menjadi Penulis Menurut Asma Nadia



Masih ngomingin soal sisa cita-cita kemaren, biasanya cita-cita muncul dari passion yang gelutinya selama ini. Kayak yang suka banget nulis blog dan nulis status di Facebook kebanyakan akan punya cita-cita jadi penulis. Abaikan tentang informasi pajak penulis yang kelewat gede sampai bikin Tere Liye berhenti cetak ulang lagi buku-bukunya di penerbit. Kuta usaha aja sambil berdoa, soal regulasi pajak biar pemerintah yang mengaturnya.

Ini aku ada nemu semacam tips yang mau wujutin cita-citanya buat jadi penulis. Langsung dari masternya, mba Asma Nadia. Dari mba Nadia nya hanya point-point saja sih, pengembangan penjelasannya tetep dari suduut pandangku sendirilah.

 (1) Memiliki motivasi untuk membuat yang terbaik.

 Motivasi dan niat adalah akar dari semua kesuksesan. Jadi pondasi utamanya ya harus punya niat, tekat dan motivasi untuk mengerjakan segala sesuatu dengan baik biar hasilnya baik juga. Ingat kan hasil berbanding luus dengan usaha.

 (2) Rajin mengamati apa saja.

 Kurang-kurangin hectic dengan gedget, paham kan dampaknya ke apa? Jadi individualis, nggak peduli dengan sebelah karena terlalu sibuk dengan gedget kamu sendiri. Mulai tenang dan perhatikan sekitar kita ada apa aja yang perlu diamati. Biasanya dari kejadian mengamati seperti itu kita punya cerita baru untuk jadi bahan  tulisan.

 (3) Banyak membaca buku.

Banyak membaca buku ini biar perbendaharaan kata makin banyak dan referensi makin luas. Jadi nggak stag idenya, selain itu banyak mmebaca juga nambah banyak wawasan juga kan. Dengan itu kita juga bisa mengenali gaya-gaya bahasa penulisan tiap penulis, kita bisacari formula gaya penulisan kita sendiri yang nggak kita temukan dalam buku penulis tersebut.

 (4) Menuliskan mimpi yang dialami semalam.

Mulai rutin nulis apapun yang barusan kamu alami dan patut untuk ditulis. Termasuk menulis mimpi juga. Atau nulis apapun yang sedang kamu rasain waktu itu. Usahakan no nulis di sosial media ya, kurang-kurangin nulis status nggak berfaedah di Sosmed lah. Banyakin nulis di buku dulu apa punya catatan khusus sendiri buat evaluasi gaya kepenulisan kita dari waktu ke waktu. Sering nulis gitu nanti akan melatih kita buat cepet mengolah kata menjadi kalimat dan seterusnya.

  (5) Memiliki buku kecil untuk mencatat. 

Karena harus sering nulis disituasi apapun itu makanya mulai punya buku kecil untuk mencatat hal-hal penting yang saat itu terlintas dipikiran. Apapun tulis aja dulu, walaupun itu makian atau umpatan. Kan nulisnya ngga di sosial media yang langsung viral, jadi masih bisa dibenerin nanti tulisannya. Ini juga bisa mengurangi untuk nggak terllau sering bikin status nggak penting di sosial media yang sering berujung ngga baik nantinya di dunia nyata.

 (6) Sering-sering buka kamus. 

 Kalau nemu istilah-istilah yang nggak kamu paham, langsung cari tahu di buku,kamus atau mungkin yang sekarang lebih gampang cari di google kali ya. Biar ngga keliatan udik banget dan freak out pas ngobrol sama temen. Juga biar kosa kata penulisan kita beragam. Jadi nggak itu lagi itu lagi yang dipakai.

 (7) Manfaatkan pengalaman masa lalu. 

 Nah ini faedahnya punya masa lalu yang ber drama-drama. Bisa dijadiin materi buat tulisan. JAdi kalau mentok nggak ada ide, jangan susah-susah dan nyari jauh. Pengalaman sendiri kadang receh tapi bisa jadi bahan.

 (8) Banyak berdiskusi dan berkumpul dengan penulis lainnya. 

 Belajarlah sukses dari orang yang sudah meraih kesuksesan di bidang yang sama. Jadi biar nggak salah gaul. Mulai nyari kumpulan atau komunitas penulis-penulis. Kalau aku ikut gabung dalam komunitas blogger Gandjel Rell buat nyari dan nambah ilmu tentang tulisan disana. Siapa tahu kamu juga tertarik, syaratnya kamu perempuan dan punya blog aktif.

 (9) Jangan ragu untuk mengirimkannya karya. 

 Begitu ide cerita udah ada, kamu eksekusi sambil sharing-sharing dengan masternim penulis di komunitas yang kamu ikutin jangan ragu buat kirim tulisan ke penerbit ya. Aku dulu saking semangatnya bahkan tulisan yang nggak karuan langsung aku kirim ke penerbit. Nggak langsung diterima juga tapi paling tidak kita sudah berani start dulu. Biasanya penolakan akan jadi motivasi sendiri buat kita memperbaiki karya lebih baik lagi.

 (10) Latihan terus menerus. 

Kalau udah ditolak jangan langsung patah semangat. Dulu aku juga ditolak beberapa kali, tapi bukan berati patah semangat terus aku nggak nulis. Cuman saat itu udah sibuk sama kerjaan dan tugas-tugas kuliah jadi waktu buat nulis kegeser prioritasnya. Jadi belum mulai lagi sampe sekarang.
Pokoknya terus mencoba jangan sampai bosen dan terus belajar dan berlatih. Insyaalah tisp ini berguna dan selamat mencoba ya..

Related Articles

5 komentar:

  1. Terimakasih kak tips-tipsnya. Pengen bikin satu novel fiksi gitu, tapi masih minder soalnya tulisan belum bagus wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh tulisan fiksi kamu bagus sih, aku pernah baca yg " Tuhan maha Lucu " kalo nggak salah..

      Bagus serius..

      Hapus
  2. aduh jadi kangen ngefiksi baca tips dari mba Asma

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh dikomen masternim yang udah punya banyak buku fiksi banyak, jadi malu.APalah aku ini yang satu buku fiksi aja belum punya sok2an ngasih tips segala haha..

      Hapus
  3. Mau nambahin tipsnya boleh yaaa..
    Luangkan waktu untuk menulis dan fokus, kalau bisa sih alokasikan waktu tersendiri untuk menulis. Ga harus sakklek sih, misalnya ada sbg blogger harus ada terget minimal satu bulan harus bikin 4 post, satu tahun bisa selesai nulis satu buku, satu hari satu post dan lain-lain (disesuaikan dengan keadaan sendiri). Kalau gitu kan enak ya bisa mamacu kita untuk menulis..
    Anw, materi copy writing kemaren share dong :))

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Popular Posts