In catatan isul review

8 Tanda Peringatan BUNUH DIRI

Foto dari akun Twitter @Into The Light
Pernah kepikiran ngga sih kalau ada banyak hal di dunia ini yang bisa kita bagi tapi apa yang dibagikan itu terabaikan?? Sesutau yang dianggap remeh banget, tapi kalo diabaikan ya bisa bikin bahaya banget. Sesuatu yang kayaknya ngga penting tapi akan sangat penting kalau udah dilakuin. 

Orang cenderung akan bereaksi jika sesuatu sudah terjadi. Telat? bisa jadi. Tapi ada yang bilang tuh, you better late than never. Oke, kalimat itu bisa digunakan untuk penghiburan mereka yang telat belajar tentang sesuatu hal atau telat mencoba sesuatu atau apapun yang berhubungan dengan pengalaman.

Tapi kalau berhubungan dengan nyawa dan masa depan??

Belakangan orang-orang mulai sibuk membicarakan kembali tentang fenomena bunuh diri setelah Vokalis band ternama asal Amerika diketahui meninggal gantung diri. Bener? Apa cuman perasaan Isul aja? Bener atau enggak nya soal itu, intinya setelah pemberitaan itu emang mulai pada ngomongin lagi soal Bunuh diri ini kan. 

Ada banyak faktor penyebab bunuh diri, nggak bisa disebutin satu persatu karena alasan orang melakukan sesuatu entah itu baik atau buruk pasti punya alasan masing-masing. Tapi dari semua alasan itu yang terbanyak adalah karena depresi. Penyebab dari depresi itu apa? Banyak! Kita ngga bisa bedah satu persatu juga. Yang terpenting dalam kondisi orang yang demikian adalah dukungan orang terdekat.

Masalahnya yang sering terjadi adalah orang terdekatnya bahkan ngga tahu kalo yang bersangkutan dalam kondisi yang depresi. Ada yang pernah ngalamin ini??

Isul pernah! Jaman SMA adalah jaman terburuk, mungkin. Semoga itulah hal terburuk yang pernah Isul alamai. Korban Bullying di sekolah berdampak besar pada psikologi saat itu, ditambah dengan kondisi rumah saat itu yang nggak bisa dikatakan nyaman juga. Masa itu Isul belum sedekat sekarang dengan abang. Ibu masih susah diajak bicara, mungkin masih berkabung setelah kepergian Bapak tiga tahun sebelumnya. Isul juga nggak bisa bicara dengan kakak perempuan yang pertama karena pada saat itu ada salah paham antara suami dan ibu  jadi hubungannya tidak terlalu baik.

Bicara dengan teman ngga berani. Nyaris nggak ada yang bisa diajak bicara. Di sekolah dan rumah rasanya neraka. Waktu itu Isul sering maen ke rumah tetangga sebelah, keluarga yang dulu pernah mengasuh Isul juga. Jadi keluarga ke dua istilahnya. Tapi toh buat cerita tentang kesulitan masa itu ngga bisa.

Isul ngga mau mengingat seberapa depresi waktu itu untuk memutuskan mengakhiri semua. Berat juga untuk mengakui bahwa Isul pernah melakukan perbuatan terkutuk itu. Nggak gampang untuk keluar dari bayang-bayang ingin "pergi" karena itu terus menghantui setelah kejadian gagal bunuh diri.

Jadi bentuk cerita apapun tentang depresi dan percobaan bunuh diri, Isul nggak pernah menghakimi apapun itu. Banyak yang bicara, banyak yang mencemooh, banyak yang nyinyir tentang perbuatan itu. Tapi mereka yang nyinyir pernah ngalamin rasa yang sama? Kebanyakan orang yang komentar tentang sesuatu hal adalah mereka yang ngga pernah merasakan hal itu sendiri. JAdi mereka gampang berujar dan menghujat.

Oke intro dan curhatnya cukup. Sekarang masuk ke materi dan judul ya pemirsaah. Ada delapan tanda Peringatan perilaku bunuh diri yang isul dapat di sebuah media sosial. Jadi tadi pagi lagi nonton Metro TV, ada talkshow dengan komunitas yang peduli dengan fenomena bunuh diri ini dan menamakan diri Into the Light.. 

Mereka concern banget dengan progam-progam penanggulangan perilaku bunuh diri. Ada satu infografik yang menarik Isul buat dibagikan juga..Inilah delapan tanda Peringatan Bunuh Diri

1. Membicarakan Keinginan Bunuh Diri
    Ini adalah salah satu tanda yang paling mudah dirasakan. Keinginan bunuh diri tersebut bisa jadi secara eksplisit kayak misalnya " aku pengen bunuh diri " atau "Aku mau mati aja rasanya " atau implisit seperti " Lenih baik aku nggak dilahirkan di dunia ini " atau " Aku pengen pergi jauh ". Tidak hanya mengenai kematian, pembicaraan yang terkait dengan melukai diri sendiri juga merupakan salah satu tanda-tanda keinginan bunuh diri.

2. Mencari Cara Mematikan untuk Bunuh Diri
    Orang yang ingin melakukan bunh diri biasanya mencari cara untuk melakukan bunuh diri. Misalnya dengan membeli racun tertentu, mencariakses senjata tajamatau mencari tempat untuk percoban bunuh diri.

3. Putus Asaakan Masa Depan
   Orang yang ingin melakukan bunuh diri biasanya sering mengutarakan perasaan tidak berdaya, putus asa, merasa terjebak, atau merasa kehidupan mereka tidak akan menjadi lebih baik di masa depan.

4. Menbenci dan Mengutuk diri sendiri
    Orang yang ingin melakukan bunuh diri akan mengungkapkan perasaan negatif terhadap diri sendiri, seperti malu, merasa bersalah, atau menjadi beban bagi orang lain. Orang-orang yang memilii tingkat keperayaan diri yang rendah juga lebih rentan untuk memiliki pemikiran bunuh diri.

5. Mengatur Segala Hal untuk ditinggalkan
    Orang yang ingin melakukan bunuh diri terkadang akan menyiapkan surat pribadi yang mengandung pesan tersirat atau langsung menulis surat wasiat. Orang tersebut juga secara mendadak menjual atau memberikan benda-benda kesayanganya pada orang terdekat.

6. Mengucapkan Perpisahan
  Orang yang ingin melakukan bunuh diri juga umumnya meninggalkan pesan perpisahan yang tidak lazim kepada orang-orang yang disayangi dengan memberikan kesan seolah-olah tidak akan bertemu lagi. Beberapa orang juga sengaja mengatur untuk bertemu atau mengadakan pertemuan secara mendadak untuk mengucapkan perpisahan juga dapat melalui media sosial.

7. Menarik Diri Dari Orang Lain
   Orang yang ingin melakukan bunuh diri cenderung akan menarik diri dari orang lain,pertemanan, komunitas, atau perkumpulan yang selama ini dia ikuti dengan meningkatnya keinginan untuk sendiri.

8. Perilaku Merusak Diri Sendiri
    Orang yang ingin melakukan bunuh diri juga sering kali melakukan perilaku yang cenderung merusak diri sendiri.

Itu dia delapan tanda peringatan bunuh diri yang bersumber dari tulisan di Into The Light, cek https://intothelightid.wordpress.com/
Jadi tulisan diatas bukan berdasarkan survey Isul ya. Menyadur dari Into The Light. Udah waktunya kita "Hapus Stigma, peduli sesama, dan sayangi jiwa". Bisa sebarkan tulisan diatas pada teman,sahabat,keluarga atau rekan untuk kewaspadaan. Mencegah lebih baik daripada sudah kejadian. Isul peduli karena pernah menjadi bagian dari orang-orang seperti mereka..
  











Related Articles

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Popular Posts