In catatan isul Jalanjalan

KETIKA AIR TERJUN DAN PANTAI BERTEMU DI PACITAN (BANYU TIBAN)



Setelah satu bulan absen nggak ngepost sama sekali, akhirnya gue balik lagi.  Ya nggak ada yang kangen juga sih, buat menuhin konten blog aja biar rame. Tapi siapa tau ada aja yang Walking Bloging terus nyasar sini. Jadi kisah kali ini datang dari Pacitan, pantai Banyu Tiban.

Perjalanan ke Pacitan yang entah keberapa ini sebenarnya sudah dari tanggal 14 Februari kemaren. Satu bulan lebih ya, baru disempetin nulis. Beneran deh, jadi orang (sok dewasa dan sibuk) itu sama sekali bukan pillihan hidup gue tapi sesuatu yang emang harus gue jalanin. 
tapi walaupun begitu gue bakal tetep nyari waktu buat nulis, appaun itu. kayak kali ini, gue pengen cerita plesiran gue yang ngga seberapa ini di kota Pacitan.

Jadi ceritanya tanggal 14 februari kemaren -yang udah lewat satu bulan lebih- gue baru saja selesai sidang skripsi gue -bakal ada kisahnya di postingan berikutnya gimana jungkir balik dunia gue buat dapetin gelar sarjana- dan malamnya secara mendadak langsung diajak abang gue dan istrinya ke Pacitan. -Pas gue sidang itu ditungguin abang gue dikampus, jadi kayak anak kecil yang baru mau masuk sekolah baru terus dianterin kakaknya. seneng-

kebetulan paginya waktu itu tanggal 15 Februari ada hari libur Nasiional karena Pilkada serentak jadi kayak alam juga ikut mendudkung buat gue liburan. Yaudah gue ngga perlu mikir gimana ijin dari kantor kan. Dan berangkatlah kita bertiga ke Pacitan malam itu. Gue dijemput abang di rumah jam delapanan malam, tapi jalan ke pacitanya sekitar jam setengah sebelasan biar ngga tengah malam sampai di Pacitanya.

Seperti biasa sebelum melakukan perjalanan apalagi luar kota gini biasanya gue sama abang suka browsing rute nya lewat mana aja, dan karena perjalanan ke pacitan cukup sering dilakukan abang -sering banget ngunjungin pantai Klayar- jadi kita cukup nyari rute dari kota ke pantai banyu tibannya. Oh iya, rencana kita ke pacitan kali itu pengen ke Pantai Banyu Tiban. Ngga tiba-tiba dapat ide ke Banyu Tiban juga sih, sempat diskusi mau kemana dulu intinya jalan-jalan aja hitung2 hadiah habis sidang. Sekali lagi Google adalah yang paling mengerti jadi atas rekomendasinya penasaranlah kita sama Pantai banyu tiban itu. Di Instagram beberapa yang pakai #banyutiban juga bagus gambarnya. Yaudah kesanalah kita.

Letak Pantai Banyu Tiban ini ada di Desa Widoro, Kecamatan Donoharjo Kabupaten Pacitan. kalau kalian yang pernah ke pantai Klayar, perempatan sebelum arah pantai Klayar itu kalau belok kanan pantai Klayar nah ambil  kirinya buat sampai ke desa Widoro. masuk ke jalan desanya lumayan jauh, 10 km an ada, dan dari desa ke pantainya itu juga masih jauh lagi. Jalan menuju Pantainya itu ada di ujung desa dengan jalan yang hanya bisa dilalui satu mobil, jadi warga yang disana memperlakuakn sistem buka tutup biar ngga ketemu mobil yang mau masuk dan keluar.

Kira-kira 6 sampai 7 jam kita baru sampai di Pacitan dengan rute Semarang-Solo-wonogiri-Pacitan, pukul empat lebih kita sudah sampai di pantainya dan masih sangat gelap. Oh gue ngga bisa ceritain detail jalan yang dilewati untuk bisa sampai di pantai Banyu Tiban itu, selain gue yang sambil tiduran di mobil juga karena malam dan gue ngga terlalu bisa nginget jalan dengan baik tapi yang bisa banget gue inget adalah perjalanan menuju pantainya itu syahdu banget. Ngga ada jalan lurusnya, belok sana belok sini dan tikunganya lumayan buat perut mual-mual. DAn Karena itu hari masih gelap gue jadi ngga bisa foto juga gimana kondisi jalanya yang pasti sih jalanya udah diaspal dengan baik ngga bebatuan yang menggemaskan gitu. Pas jalan baliknya sih udah terang tapi terlena sama jalan dan pemandangannya juga sama lagu2 nya Rihana yang diputer dimobil kuenceng banget dan gue ikutan nyanyi kenceng juga.

Karena sampai sana masih gelap dan belum ada orang sama sekali jadi kita memutuskan untuk mendirikan tenda buat istirahat dulu sambil nunggu matahari mulai keliatan. Abang selalu bawa tenda tiap kali mau ke pantai. jadi bisa sambil ngecamp, tapi gue tetep milih tidur di mobil sih daripada ikutan tidur di tenda bareng abang gue dan istrinya. Apa enaknya coba.



Dan begitu matahari mulai keliatan, jam setengah 6 mungkinlah gue baru bangun dan bener baru ngeh dengan banyu Tiban itu seindah itu.


Pantainya ada dibawah. Diatasnya ada air terjunya dari aliran sungai yang sebenarnya ngga gede-gede amat. Tapi Bagus! Jadi posisinya kita ada di tebing-tebing. Kalau kita mau turun ke pantainya kita harus menuruni tangga seperti ini.


keliatan kan tangganya, masih pakai tangga kayu. Lumayan ngeri sih, tapi kalau ngga dicoba turun apagunanya sampai sana. yaakaaan, toh ada yang bantu pegangin tangga kok sama penjaga pantainya. ya ngasih uang terimkasih seiklhasnya ngga jadi malsalah kan.


Ngga tau karena hari masih pagi atau karena pada saat itu pilkada serentak jadi orang-orang lagi pada nyoblos atau emang pantai ini masih belum banyak yang tahu intinya  suasananya sepi banget kemaren. Eh FYI gue bukan ngga ikut nyoblos tapi pada saat itu Semarang bukan salah satu daerah yang terlibat dalam pilkada serentak.


berasa pantai milik sendiri.



kalau ombak dari pantainya lagi gede, air laut dan air terjunya bisa nyatu gini.





ini aliran air terjunya yang langsung ke laut.


Kalau view ini gue ambil dari tebing atas sebelum turun kebawah.



sebenarnya pengen jeburan dibawah sih, tapi waktu itu ombak masih gede-gede juga alian sungainya masih penuh jadi belum dibolehin sama penjaga pantai. Cuman bisa foto-foto sama jalan-jalan dipinggiran tebing. Tapi indah banget sih, jarang kan pantai yang bertemu dengan air terjun. Tapi disana mereka dipertemukan dan beneran indah banget.

Oh iya karena kita datangnya waktu itu pagi banget mungkin jadi ngga dimintai biaya tiket masuk atau apa ya, soalnya dari yang gue baca di review orang ada HTM 2000/5000 per orang sedangkan kemaren kita free. Ada tempat mandi dan toilet disana, biasa 2000 untuk buang air besar dan kecil, 4000 buat mandi juga ada mushola dan ada banyak warung makan. es degan disana cuman 8000 loh,

Sampai pukul 9 pagi dan matahari mulai panas, kondisi masi sepi. Sampai kita memutuskan untk pergi dari sana masih ada 3 mobil ber plat jawa timur semua, pengunjung motor belum tampak waktu itu. Ayo wisata kesana, ngga rugi kok bagus banget. Dan perjalanan pagi itu berlanjut ke kota.

Related Articles

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Popular Posts