In catatan isul

DRAMATURGI

                                                        https://www.google.co.id/ur

Pertama kali dengar kata itu waktu kuliah semester empat atau lima lalu, berapa tahun yang lalu pokoknya sekarang udah semester tua. dan waktu itu juga lupa dalam mata kuliah apa, cuman sampe sekarang masih sangat ingat dosen yang ngasih tahu tentang apa itu seni dramaturgi. 
Dosen nya cewek, masih muda banget dan favorit gue walopun pelit nilai. tapi dia ngajarnya asik, nggak monoton dan materi yang dia sampaikan udah diolah olah lagi jadi gampang diterima. gue sih gitu nilainya, nggak tahu temen kelas gue lainya, yang pasti itu dosen jadi musuh banget sama temen-temen angkatan gue karena pelit nilai, judes, idealis.

 - FYI ( nggak penting ) setelah gue sadar dan bisa mikir kenapa gue seneng banget sama dosen itu adalah kesamaan karakter gue sama dia- 

sayang nya sekarang dia sudah pindah ke Bandung dan nggak ngajar lagi di kampus gue kuliah. jadi kangen sama dosen itu. 

*abaikan curhat nggak penting ini*

Masuk ke materi.

Sebelumnya udah banyak yang tahu kah tentang apa itu Dramaturgi? oke, memang nggak banyak orang yang sering gunain kata Dramaturgi ini. Tapi kenyataanya bahwa setiap orang pasti pernah melakukan seni dramaturgi ini. Apa sih Dramaturgi itu??

Kalo dari teoritisnya, Dramaturgi itu istilah teater yang dipopulerkan oleh Aristoteles. sekitar tahun 350 SM aristoteles you know lah siapa dia, seorang filosof dari Yunani sana. Aristoteles ini menelurkan 
" Poetics", hasil pemikirannya yang sampai sekarang masih dianggap sebagai buku acuan bagi dunia teater.
Dari sebuah buku yang pernah gue baca, The Poetics sendiri merupakan karya paling awal teori dramatis dari barat. Karya non-Barat yang bersifat sandiwara adalah Sansekerta India " Natayasatra" ( The Art of teater ) yang ditulis sekitar 100 Masehi, yang menggambarkan unsur-unsur, bentuk dan elemen narasi dari sepuluh jenis utama dari drama India Kuno.

teoritis banget yee? agak pusing apa bingun kan? 

Oke, kalau Aristoteles mengungkapkan Dramaturgi dalam artian seni, maka Goffman mendalami Dramaturgi dari segi Psikologi nya.

Menurut Goffman, Teori Dramaturgi adalah interaksi sosial yang dimaknai sama dengan pertunjukan teater. Manusia adalah aktor yang berusaha untuk menggabungkan karakteristik personal dan tujuan kepada orang lain melalui " Pertunjukan Dramanya sendiri ". 
ya sama seperti pertunjukan drama, ada setting yang harus disiapkan sebelum memulainya. 

Analoginya dalam kehidupan kita adalah ketika kita pertama kali bertemu dengan seseorang, maka kita akan menyiapkan segala sesuatu kayak sbaju misalnya, sepatu gitu, rambutnya mau di model apa mau pakai tas kayak apa untuk memberikan kesan yang seperti apa. Biasaya kalau kita ketemu sama seseoarang pertama kali -eheeem, ketemu sama gebetan di twitter mungkin- pasti kan kita ingin memberikan kesan yang baik pada orang itu. Yah dari situlah kita sebenernya udah ber DRAMATURI. 
Memberikan " kesan " melalui penampilan dan ucapan. Kalau menurut gue begitu. Dan kalau menurut bahasa anak gaul jaman sekarang DRAMATURGI itu sama kayak PENCITRAAN.

Jadi udah tahu kan sekarang apa itu Dramaturgi. 
Menurut gue itu penting kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Bukan maksutnya jaim atau nggak apa adanya karena kita melakukan seting-seting tertentu untuk memberikan kesan lain pada orang-orang tapi ya begitulah kehidupan bahwa sudah ada lagunya juga kan kalau DUNIA INI PANGGUNG SANDIWARA. 





Related Articles

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Popular Posts