In catatan isul Lifestyle

JAUHI LAKI-LAKI PATRIARKI



Sebelumnya Ada yang tau apa itu patriarki?
Gue udah denger beberapa kali dulu, cuman nggak paham-paham banget sama artinya dan emang belum tertarik untuk cari tahu waktu itu. Tapi beberapa minggu ini patriarki menjadi kata yang familiar banget buat gue karna semester ini gue belajar ilmu komunikasi gender yang didalamnya ngebahas juga tentang paham patriarki.

Gini, kalo secara pendek pengertian yang dapat gue tarik dari patriarki yang dijelasin sama dosen gue juga bebberapa buku referensi yang gue baca tentang pengertian patriarki itu sendiri adalah Budaya patriarki merupakan budaya dimana lelaki mempunyai kedudukan lebih tinggi dari wanita. Memang tidak secara terang-terangan paham ini dimilki laki-laki dan menganggap sedikit lebih “rendah” perempuan dimata mereka. Tapi beginilah kira-kira pengertian patriarki yang banyak dijabarkan oleh orang-orang pinter *bukan dukun yes*

Patriarki adalah suatu sistem dimana adanya relasi yang timpang antara yang mendominasi dan yang didominasi, dimana yang mendominasi mengontrol yang didominasi. Biasanya ini berkenaan terhadap ekspresi gender dimana yang mendominasi adalah kaum-kaum maskulin (superior) sedangkan yang didominasi adalah kaum-kaum feminine (inferior).

Jadi kesimpulan gue tentang pengertian patriarki ini bisa diterima kan? *maksa*

Mereka kaum laki-laki penganut paham ini adalah  kaum yang menganggap bahwa perempuan adalah makhluk lemah dan derajatnya tidak jauh lebih tinggi dari kaum mereka. Meskipun buanyak banget kaum laki-laki yang nggak bener-bener tau tentang paham ini bahkan mungkin nggak pernah denger kata patriarki itu sendiri namun sebagian besar laki-laki banyak yang memiliki paham ini karena sudah menjadi suatu budaya di masyarakat kita.

Setuju kah para kaum perempuan yang dianggap rendah kedudukanya  oleh para pria??? ( mendadak bahasa gue formal gini kayak dosen lagi jelasin ke mahasiswa )
Tentu saja gue enggak. Ini nggak ada hubunganya sama emansipasi atau apalah yang lain-lainnya.
Katakanlah gue orang yang sedikit ideologis. *Sedikit aja sih ediologisnya jangan banyak-banyak nanti nggak punya banyak temen* dan salah satu ideology gue adalah memperjuangkan hak-hak perempuan yang seharusnya emang dihormati juga disamakan kedudukan nya dengan laki-laki.

Woy sekarang perempuan bisa apapun dan jadi apapun, jadi kenapa masih ada yang punya pikiran kuno kalo perempuan level nya dibawah laki-laki.

Mereka kaum laki-laki yang memiliki paham ini biasanya juga menganggap perempuan hanya sebagai objek mereka. Apa? Tentu saja objek yang manis untuk dinikmati. Ya too??
Makannya perempuan perempuan di luar sana yang masih saja bangga menggunakan pakain kurang bahan nya gue agak miris aja liatnya. Ya kenapa seneng banget jadi objek kepuasan kaum patriarki. Hey girls, biarpun mereka tidak melakukan apapun terhadap mu tapi percayalah bahwa mereka bisa saja membayangkan mu melakukan sesuatu untuk menuntaskan kepuasannya. * tuukan bahasa gue jadi merdu gini kayak orang bener aja*

Kalo penjelasan sederhana nya ya loe jadi fantasi seksual para kaum patriarki. Loe rela???

laki-laki patriarki juga seringan banget maksain kehendak dan seenak mulutnya ngatur perempuan. perempuan harus begini, nggak boleh gitu karena kita perempuan kita harus nurut sama laki-laki dan hal-hal yang berbau pengaturan lainnya.

konflik kayak gitu biasanya kentara banget kalo udah rumah tangga nyooh. bayangin aja loe hidup serumah sama orang yang merasa dirinya lebih superior dari kita, efeknya adalah harga diri kita yang nggaka ada lagi dimatanya. istri ya di rumah aja, ngurus anak dan rumah tangga, harus ada kalo suaminya minta harus bisa ngurus keperluan ruma tangga termasuk pekerjaan rumah tangga kayak masak, nyuci ngepel bersihin rumah dan lain lain. sementara laki-laki ya fokus kerja nyari duit buat istri dan anaknya. terus kapan kita bisa berkembang sebagai seorang istri yang mengurus dan melayani suami kemudian sebagai ibuyang membesarkan anak-anak kalo hanya di suruh dirumah buat bersih-bersih mulu.

itu lumrah banget di masyarakat kita kan. sangat lumrah !! tapi sebenernya itu salah kaprah. setidaknya dari sudut pandang dari mereka yang paham feminisme.

ah itu apa lagi feminisme buk? oke, secara singkatnya feminisme itu gerakan memperjuangkan nasib wanita yang dianggap tertindas oleh kaum patriarki. *benerin gue kalo salah ya, mungkin ada yang lebih tau. cuman ini pemikiran yang gue simpulin dari banyak pengertian yang gue baca.*

jadi tindakan seperti penggolongan pekerjaan berdasarkan jenis kelamin ini diangggap salah sama kaum feminisme. oke, kedudukan laki-laki dalam rumah tangga emang kepala rumah tangga dan wajib memberikan nafkah anak istrinya. namun bukan berarti suami berhak mengatur semua yang harus dikerjakan istri.

banyak yang beranggapan bahwa pekerjaan ruma tangga dan mengurus anak hanya urusan perempuan padahal seharusnya itu juga menjadi urusan laki-laki ( gue tentu pengikut paham feminisme lah ). rumah tangga dibangun bersama, anak juda dibikin bersama kenapa mengurusnya hanya diserahkan pada perempuan saja? adilkah?

laki-laki bekerja mencari nafkah itu udah garis yang mutlak nggak bisa dibantahkan jadi jangan jadikan alasan karena sibuk dan capek kerja jadi urusan rumah tangga dan anak udah sepenuhnya perempuan yang urus. 
waaahhhh kasihan deh yang punya suami kayak gitu. dan parahnya mungkin 90 persen suami-suami di Indonesia bahkan mungkin di dunia begitu adanya. *masih ada kata mungkin ya karena gue nggak secara langsung menghitung jumlah suami-suami yang berfikir seperti itu. itu karena udah menjadi budaya mendarah danging aja dan nggak bisa lepas dari pola pikir masyarakat kita*

laki-laki yang mempelajari tentang patriarki dan feminisme seharusnya mengerti tentang penggolongan pekerjaan dan tanggung jawab dalam rumah tannga. jadi seharusnya mereka tidak meneruskan budaya yang sudah "entah" di masyarakat itu. Jadi tidak akan ada lagi tindakan KDRT jika semua semua suami memahami konsep feminisme.

mereka akan sangat menghargai dan menghormati istrinya, akan bersama-sama membangun rumah tangga mengerjakan pekerjaan rumah tangga bersama-sama, mengurus anak bersama-sama, memberikan kebebasan bagi istri untuk melakukan kegiatan sosialnya. saling mengerti satu sama lain, memahami hak dan kewajiban masing-masing. duuuhhh, masih adakan laki-laki macam gini di bumi ini??

masih kok tenang aja, stok laki-laki di Bumi ini masih sangat banyak walopun kalah banyak sama kaum kita. tapi percayalah bahwa masih ada diantara mereka yang mengerti dan menannmkan paham feminisme dalam dirinya sehingga dia akan sangat menghormati wanita. cari deh cari itu yang kayak gitu.

makannya sebisa mungkin sebelum menikah harus bener-bener paham sama karakteristik calon suami. gunakan masa penjajakan selama pacaran sebaik mungkin untk mengerti seperti apa laki-laki yang kelak akan menjadi imam kita nanti. kalo selama pacaran aja udah nglarang kita buat ini itu, nyuruh kita buat ini itu, seeenak nya ngilang ngilang tanpa kabar, suka ngatain kasar, suka jelallatan mata kalo liat cewek cantik, aaaahhhhhssudahlaaaahhh jauhi laki-laki macam itu. jangan mengalah sama cinta, menangkan LOGIKA !!
adakan fit and properti tes kalo perlu, kasih studi studi masalah dan tanyakan jalan keluarnya untk mengukur bagaimana pandangan dan tindakan yang harus diambil untuk menyikapi suatu masalah. apakah kasar, apakah halus apakah baik apakah buruk.

intinya jangan sampai nyesel kalo udah nikah.

*dan jangan nyesel baca karena yang nulis bahkan belum nikah dan dengan sok tahu nya memberikan saran cara memilih suami segala. yang nulis single akut padahal*

Related Articles

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Popular Posts