In

BELAJAR FOTOGRAFI

nah gaees semua, ketika aku mulai melihat postingan ku sebelum-sebelumnya yang entah berantah konten dan konsep nya apa aku pun nggak jelas yang pasti posting aja. postingan kali ini aku akan lebih memperhatikan konten, terutama konten yang kali ini aku angkat. tentang belajar fotografi.
yes, fotografi pun juga bukan dunia baru buat ku. aku hampir 2 tahuna lebih mengenal kamera DSLR ( digital single lens reflek ) namun aku mengakui kalau ilmu ku jalan di tempat soal potret memotret. hanya saja untuk dasar-dasar dan aturan bauknya aku dusah pegang dan paham. bahkan sudah beberapa kesenangan ku bermain kamera ini mendatangkan rejeki, namun yah gitu-gitu aja. aku masih belum punya karya yang layak untuk aku bagi ke kalian semua karena gendre ku masih random. hhaa
ya, aku tidak memiliki aliran tertentu seperti landskep misalnya atau Human interes atau makro. aku hanya memotret apa yang aku suka dan aku anggap menarik.

berbeda dengan abang ku yang dulu bahkan aku ajarin belajar fotografi sekarang justru ilmunya lebih hebat dari aku. dia memilih aliran landscape dan sudah cukup banyak karya yang dia abadikan. dia bahkan ikut aktif dalam komunitas-komunitas fotografer dan aktif hunting bahkan sampai ke luar kota segala. aku sih masih santai dan menikmati fotografi dari segi yang beda, yakni dengan menonton dan melihat-lihat pameran yang kadang diselenggarakan di suatu event.
dan karena itu, di posting kali ini aku pengen sedikit membagi ilmu tentang ilmu dasar fotografi. tidak murni dari pemikiran ku sendiri memang karena aku ambil dari beberapa sumber. tapi percayalah bahwa aku paham tentang fotografi hhaaa

Seringkali setelah membeli kamera digital baik slr maupun point & shoot, kita terpaku pada mode auto untuk waktu yang cukup lama. Mode auto memang paling mudah dan cepat, namun tidak memberikan kepuasan kreatifitas.
Bagi yang ingin “lulus dan naik kelas” dari mode auto serta ingin meyalurkan jiwa kreatif  kedalam foto-foto yang dihasilkan, ada baiknya kita pahami konsep eksposur. Fotografer kenamaan, Bryan Peterson, telah menulis sebuah buku berjudul Understanding Exposure yang didalamnya diterangkan konsep eskposur secara mudah.
Peterson member ilustrasi tentang tiga elemen yang harus diketahui untuk memahami eksposur, dia menamai hubungan ketiganya sebagai sebuah Segitiga Fotografi. Setiap elemen dalam segitiga fotografi ini berhubungan dengan cahaya, bagaimana cahaya masuk dan berinteraksi dengan kamera.

  1. ISO – ukuran seberapa sensitif sensor kamera terhadap cahaya
  2. Aperture – seberapa besar lensa terbuka saat foto diambil
  3. Shutter Speed – rentang waktu “jendela’ didepan sensor kamera terbuka
Interaksi ketiga elemen inilah yang disebut eksposur.  Perubahan dalam salah satu elemen akan mengakibatkan perubahan dalam elemen lainnya.
Perumpamaan Segitiga Eksposur
Mungkin jalan yang paling mudah dalam memahami eksposur adalah dengan memberikan sebuah perumpamaan. Dalam hal ini saya menyukai perumpamaan segitiga eksposur seperti halnya sebuah keran air.
  • Shutter speed bagi saya adalah berapa lama kita membuka keran.
  • Aperture adalah  seberapa lebar kita membuka keran.
  • ISO adalah kuatnya dorongan air dari PDAM.
  • Sementara air yang mengalir melalui keran tersebut adalah cahaya yang diterima sensor kamera.
Tentu bukan perumpamaan yang sempurna, tapi paling tidak kita mendapat ide dasarnya. sebagaimana anda lihat, kalau exposure adalah jumlah air yang keluar dari keran, berarti kita bisa mengubah nilai exposure dengan mengubah salah satu atau kombinasi ketiga elemen penyusunnya. Anda mengubah shutter speed, berarti mengubah berapa lama keran air terbuka. Mengubah Aperture berarti mengubah seberapa besar debit airnya, sementara mengubah seberapa kuat dorongan air dari sumbernya. 

sumber nya aku ambil dari ini ya gaes http://belfot.com/memahami-konsep-eskposur/.
semoga bermanfaat

Related Articles

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Popular Posts