In review

Selain ngopi, ngeteh di Verve Bistro Semarang juga asik dengan Gryphon Tea


Minggu pertama bulan Februari ini syahdu sekali yes, ujan tiap hari. Ujannya juga nggak yang sekali deres langsung kelar tapi diawet-awetin banget kayak sisa gaji akhir bulan. By The Way, buat loe cuaca ujan sepanjang hari itu ngaruh sama produktifitas hari itu nggak sih? Kok kalau gue ngaruh ya,

Bukan dasarnya gue yang Libra ini suka terpengaruh kan? Atau emang dasarnya gue aja yang malesan jadi selalu nyari alasan buat nggak ngapa-ngapain. Kasihan ujan dong jadi kambing hitam beberapa hari ini..

Atau emang mood gue juga yang lagi nggak bagus dari minggu lalu? Intinya dua hari terakhir ini gue jadi manusia paling malas ngapa-ngapain di dunia. Kata temen, gue butuh semangat dan penyegaran. Sore tadi hujan masih juga mengguyur kota Semarang, jadi mau keluar buat nyari kesegaran juga males. 

Nyari yang simple dan praktis, kayaknya kesegaran sederhana gue butuh minuman menyegarkan gituh. Gue jadi inget beberapa waktu lalu ada dapat teh dari acara Afternoon Tea yang gue ikutin di Verve Bistro & Coffe Bar Semarang. 

Serius gue lupa kalau masih punya teh itu dan nulis gimana pengalaman menarik mengikuti Afternoon Tea ala-ala kerajaan. Sebelum gue ceritain gimana Afternoon Tea itu, ijinkan gue cerita tentang rasa teh yang gue sedu tadi sore ini ya.




Teh yang tadi gue sedu itu varian Chamomile Dream dari Gryphon Tea Company. Selain menyegarkan, rasa teh ini unik banget karena ada rasa dan aroma bunganya. Loe harus tahu kalau teh ini nggak sembarang teh yang bisa loe beli di supermarket di Semarang -untuk yg tinggal di Semarang- maksutnya biar tahu se-spesial apa teh ini karena nggak pasaran. Teh ini cuman didistribusikan di Jakarta dan Semarang. Semarang pun baru di Verve Bistro Coffe & Bar yang punya, lainnya belum ada. 


Senyawa amino thenine yang terkandung di dalam tehnya langsung bikin mood balik lagi jadi baik. Sangat baik!! Selain balikin mood, teh ini juga sangat unik dari teste dan variannya. Loe harus tahu gimana asiknya gue kemaren ngicip ke-enam varian teh ini.

Afternoon Tea With Gryphon at Verve Bistro Semarang


Jadi bagaimana gue bisa ngeteh asik ala kerajaan ini karena gue diundang Verve Bistro Semarang untuk menghadiri acara Afternoon Tea yang diadakan untuk pengenalan produk Gryphon Tea Company yang akan jadi official supplyer produk teh di Verve Bistro. Cafe pertama di Semarang yang menggunakan produk teh dari Singapura itu. 

Di Afternoon Tea ini kita bisa icip ke-enam varian Gryphon yang akan tersedia di Verve Bistro yaitu Contesa Grey, Nymph of the Nile, White Gingerlily, Marakesh Mint, Osmanthus Sencha dan Chamomile Dream. Ke-enamnya punya cita rasa  yang khas dan unik karena campuran white, black dan green tea ditambah dengan masing-masing varian rasanya ada yang dari bunga, buah dan sayur.


Selain rasa dan variannya yang unik, mereka juga punya aroma yang berbeda tergantung dari variannya. Kayak Camomile Dream yang beraroma wangi bunga camomile atau Nymph of the Nail yang beraroma bunga mawar. Selain rasa, aroma teh ini juga berpengaruh sama kenikmatan saat meminumnya. Jadi sebelum loe minum loe cium aromanya dulu biar nikmatnya ganda.



Sambil icip-icip tersebut kita juga ngobrolin tentang cara-cara penyeduhan Gryphone teh ini yang ternyata berbeda. Kayak Nymph of the Nile yang butuh waktu kira-kira 4 menit dengan temperature air panas yang kurang lebih 80 derajat celcius. Beda lagi dengan Chamomile Dream yang butuh waktu seduh 8 menit dengan temperature air 100 derajat celcius dan itu ngaruh sama tiap rasa yang dihasilkan masing-masing teh. Baru tahu!! kirain cara menyeduh teh itu semua sama saja.

Enam varian yang ada di Verve Bistro tersebut juga sudah disesuikan dengan menu Verve untuk dikombinasikan dalam acara ngeteh asik. Seperti misalnya Osmanthus Sencha yang cocok banget ditemani dengan Quail Butter. 

Ngeteh Sambil belajar Brush Latering


Selain ngicip dan ngobrol tentang teh tadi, acara Afternoon Tea ini juga diisi dengan mini workshop tentang brush lattering dari komunitas Semarang Coret. Brush Lattering ini seni menulis indah dari brush pen dan bisa diaplikasikan pada beberapa media seperti kertas, kanvas atau tas juga bisa. Belajarnya dari tehnik dasar banget sampai bisa menulis satu huruf dan berlanjut menjadi rangkaian kata.


Sampai jadi kayak gini,


Seru banget Afternoon Tea kemaren. Verve Bistro & Coffe Bar kalau bikin acara emang selalu all Out dari yang acara Soft Openingnya baca di sini , grand opening bareng Kunto Aji, acara ngopi bareng om Frenky Angkawijaya baca di sini dan beberapa acara lainnya. 

Jadi biar acara ngeteh loe all out juga bareng temen-temen, buru ke Verve Bistro deh dan rasakan teh yang luar biasa dari Gryphon Tea Company.





Read More

Share Tweet Pin It +1

3 Comments

In

Kita Butuh Kreativitas untuk Menuju Indonesia Maju

Gambar dari sini
Sering dengar kalau kita ini adalah generasi penerus? Sering dong, dan itu terus diulang-ulang untuk menekankan kepada kita kaum muda bahwa kitalah generasi penerusnya. Tapi apakah iya kita ini emang generasi penerus? penerus bangsa ini? dengan keadaan yang seperti ini?  

Indonesia sekarang ini memang sudah lebih baik, jauh lebih baik dari beberapa tahun sebelumnya. Tapi baik saja tidak cukup kan? kalau kita bisa menjadi luar biasa kenapa harus berhenti dengan hanya menjadi baik. Kita sudah merdeka sejak 72 tahun lalu loh, tapi masih saja menjadi negara berkembang. Itu yang harus kita teruskan??

Kalau aku sih nggak mau jadi generasi penerus. Aku lebih suka dengan generasi pencipta. Kita ciptakan sesuatu yang baru untuk berkontribusi dalam kemajuan negara tercinta kita, Indonesia. Lah untuk jadi generasi pencipta itu kita butuh kreatfitas karena kita nggak bisa memakai pola-pola yang sama dengan yang sudah ada untuk menciptakan sesuatu yang baru. 

Kreatifitas itu juga ada banyak bentuk dan bidangnya, tergantung dari kita suka yang mana. Aku tentu lebih suka dengan bidang kepenulisan. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk berkontribusi dalam menuju Indoensia maju dengan menulis. Kita bisa menciptakan banyak tulisan positif untuk membuka pemikiran banyak orang tentang sesuatu hal yang salah karena apa yang akan kita tulis pasti punya pengaruh.  Karena pentingnya ilmu menulis itu aku masih terus belajar menulis dengan mengikuti berbagai pelatihan dan seminar kepenulisan dan blogging. Bidang yang beberapa tahun terakhir ini ku geluti.

Flash Blogging bersama Dinas Kominfo Jawa Tengah

Hari ini, Juma'at 2 Februari 2018 saya dan beberapa teman blogger Semarang mengikuti acara flash blogging yang diadakan oleh Dinas Kominfo Jawa Tengah bekerja sama dengan Ditjen Informasi & Komunikasi Publik di Hotel Santika Premier Semarang. 


Acara yang dimulai pukul 09.00 Wib tersebut dibuka oleh sambutan dari Kepala Dinas Kominfo Jateng yang diwakili oleh bu Evy Sulistyorini Kabid IKP kemudian dilanjutkan dengan sambutan bapak Deden Suryanandika yang merupakan direktur Kemitraan Kementrian Kominfo. 

Setelah sambutan tersebut acara dilanjutkan dengan materi pertama dari bapak Anto Prabowo mengenai tips menulis kreatif.  Ada beberapa point yang saya catat dalam materi yang disampaikan tersebut bahwa untuk menjadi penulis yang kreatif kita perlu menjadi diri sendiri dengan gaya kepenulisan kita. Sebenarnya tidak ada tips baku bagaimana menjadi penulis yang kreatif, yang terpenting bagaimana kita bisa mengemas sesuatu isu yang ada dengan cara berpikir kita yang berbeda. Selain itu untuk menjadi kreatif kita juga bisa banyak membaca untuk mendapatkan banyak inspirasi lagi, bertemu dengan banyak orang agar sudut pandang kita tentang suatu hal lebih luas dan juga jangan pernah takut mencoba sesuatu hal yang baru. 

Sesi materi pertama tersebut berakhir pukul 10.30 Wib kemudian jeda sejenak sebelum dimulai sesi ke dua mengenai cerita sudut istana.



Bapak Andoko Darta dari salah satu  staff kepresienan mengisi materi ke dua mengenai sudut istana. Sudut istana ini lebih banyak bercerita tentang bagaimana staff kepresidenan membantu dan mendampingin pemerintahan sekarang yang dipimpin oleh bapak presiden kita, Joko Widodo. 

Pak Andoko bercerita sekilas tentang perkembangan Indoniesia dari masa ke masa terutama masa pemerintahan yang sekarang. Pada era pak Jokowi ini secara pribadi ku akui banyak perubahan kesetaraan di wilayah Indonesia. Mungkin untuk masyarakat kota besar seperti di pulau Jawa perubahan tersebut tidak terlalu kentara, tapi akan sangat berbeda jika kita mengintip daerah-daerah yang berada di ujung Indonesia. 

Hal tersebut diaminkan oleh pak Andiko dalam materinya yang memaparkan tiga program pak Jokowi sejak dilantik menjad presiden 2014 lalu. Pada tahun pertama fokus pada pembangunan pondasi untuk menguatkan program yang akan dijalankan pada tahun ke dua yaitu percepatan insfratruktur untuk mencapai tujuan dari program tahun ke tiga  yaitu pemerataan yang berkeadilan. 

Paparan dari bapak Andiko tersebut sangat menarik karena diselingin dengan beberapa vidio pencapaian pemerintahan yang sekarang. Setelah materi ke dua tersebut selesai, kita jeda sejenak lagi untuk makan siang dan melakukan sholat Jum'at kemudian dilanjut lagi dengan menulis kegiatan hari ini pada blog pribadi.

Dengan kegiatan ini, kita bisa menjadi bagian dari masyarakat menuju Indonesia maju. Tidak perlu kontribusi yang besar dalam hal itu, cukup lakukan apa yang bisa kita jangkau untuk sementara ini. Sesuai kapasitas kita sebagai penulis, kita bisa mewujudkan menuju Indonesia Maju dengan tulisan kita yang membangun dan positif.


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Lifestyle review

Ngopi di Verve Bistro kali ini lebih berasa dengan Esperto Coffe


Menikmati secangkir kopi di sebuah cafe atau coffe shop sekarang ini masih jadi tren bagi masyarakat urben beberapa tahun belakangan ini ya. Semua kalangan baik itu cewek, cowok, muda, tua sekarang seneng banget ngabisin waktu lama-lama buat sekedar duduk manis laptopan sambil nyruput kopi. Ada yang emang dasarnya suka ngopi sampe yang nggak bisa mikir kalo belum minum kopi, ada juga yang suka kopi tiba-tiba gegara gebetan yang penyuka kopi. Eeitsss, bukan gue ya yang ini.

Kopi yang jaman dulu itu cuman dianggap sebagai bahan doping melek-melek sekarang ini jadi lifestyle kaum urbanKarena itu mungkin beberapa tahun terakhir ini penikmat kopi mulai bertambah, dan karena bertambahnya peminat itu maka bertambah pula penyedianya. Kedai kopi. Bener kan? ada aja tempat ngopi baru bermunculan sekarang ini. 


Kedai kopi yang bermunculan juga mulai mencari keunggulan masing-masing produk kopinya buat narik pecinta kopi sering-sering datang ke sana, nggak sekedar bikin kopi ala-ala yang ternyata diraciknya dari sebungkus kopi instan. Please, gue masih sering nemu yang ngakunya coffe shop tapi produk kopi yang dijual dari kopi merk iklan di tivi.

Gue bukan pecinta kopi banget, tapi nggak buta banget tentang teste kopi yang diracik sendiri dan enggak. Kopi yang diracik sendiri sama baristanya aja kadang masih ada yang nggak pas kan karena mungkin produk kopinya kah, mesinya kah atau takarannya kah. -Lah, kalo mau ngomongin kopi secara dalam emang complicated, se-complecatetd penikmatnya-. 

Jadi banyak faktornya ternyatakan kenikmatan dari kopi itu sendiri, termasuk dengan siapa kita menikmatinya. Uhuukk
Karena faktor-faktor yang mempengaruhi itu, sebaiknya kedai kopi harus benar-benar memperhatikan kopi yang dihasilkan karena ini berpengaruh pada kepuasan pelanggan.

Salah satu yang fokus dengan faktor yang mempengaruhi kenikmatan kopi itu adalah Verve Bistro & Coffe Bar. Masih ingat dengan postingan gue tentang Verve Bistro & Coffe Bar beberapa waktu lalu? kalau lupa, gue ingetin lagi baca di sini

Verve Bistro & Coffe Bar, secara tegas dan menjelaskan "Coffe Bar" yang berarti kopi di sana juga diunggulkan. Karena itu mereka nggak mau sembaragan menggunakan produk kopi dan pengolahannya. Baru-baru ini mereka melaunching produk kopi terbaru mereka dengan Esperto Coffe.

Lets Talk About Coffe  adalah acara yang diadakan sebagai salah satu pengenalan produk kopi dari Esperto Coffe dan juga launching secara resmi bahwa produk kopi yang digunakan di Verve Bistro & Coffe Bar disupplay oleh Esperto Coffe. Di dunia perkopian, Esperto Coffe ini udah nggak diragukan lagi lah. 

Ada tiga jenis kopi yang kemaren dipamerkan di Verve pada hari Kamis 25 Januari 2018 kemaren, 

1. Classic Blend

Terdiri dari 80% robusta dan 20% arabica. Komposisinya akan memberikan rasa manis karena dicampr dengan brown sugar dan ada tambahan kulit buah jeruk.

2. Reserve Blend

100% arabica. Yang satu ini rasanya lebih soft karena ada campuran coklat dan karamelnya. Rasa-rasa ini cocok diminum pagi hari. Tahu kan jam tepat buat ngopi pagi itu jam berapa? 9.30 sampai 11.30 ya. 

3. Community Blend


Untuk yang Community blend ini 70% arabica dan 30% robusta. Aromanya itu lebih segar. Sedikit manis dan halus tapi asam. Ini cocok sih buat nemenin makan kue-kuean gitu disore hari.

Dari ketiga jenis yang udah dijelaskan tadi dan hasil icip-icipnya gue lebih suka yang Community Blend karena rasanya lebih ringan dan nggak pahit banget tapi rasa asam-asamnya arabica masih kerasa. 

Kalau untuk yang bener-bener pecinta kopi mungkin lebih suka yang classic blend kayaknya, dan pecinta arabica udah pasti bakal milik reserve blend ditambah ada aroma-aroma karamelnya.

Demo kopi dari Frenky Angkawijaya


Masih di acara yang sama, lets talk about coffe kemaren nggak tanggung-tanggung Verve langsung menghadirkan om Frenky Angkawijaya yang punya Esperto. Tahu dong Om Frenky ini, kepala sekolah sekaligus instruktur di Esperto Barista Course yang udah melahirkan banyak barista di Indonesia.

Sesui dengan acaranya yang ngajak ngobrol tentang kopi, kemaren Om frank ngobrolin seputar kopi  juga terutama tentang kopinya Esperto tadi yang udah gue bocorin di atas. Setelah ngobrol-ngobrol sebentar itu kita langsung diajak melihat secara langsung om Frank meracik kopi.








Dan kita bisa langsung menikmati kopi yang udah diracik langsung sama Koh Frank.


Pilihan gue tetep yang Community Blend kayak tadi yang udah gue bilang. Kalo loe? belum tau? coba rasain ke tiganya cuman di Verve Bistro & Coffe Bar.

Emang bener sih, produk kopi yang tepat, dengan pengolahan yang tepat dan dikerjakan oleh orang yang tepat adalah cara tepat menikmati kopi. Ditambah dengan tempat yang tepat pula di Verve Bistro yang menghadirkan tidak hanya makan dan minum enak tapi juga tempat yang cozy buat ngopi. 

Tinggal nunggu orang yang tepat juga nih buat diajak ngopi Esperto di Verve. Uhuuk
Loe udah nemu yang tepat?? 

Read More

Share Tweet Pin It +1

4 Comments

In

Jadi Bintang di 2018


Masih bisa dibilang suasana tahun baru nggak sih udah lewat tengah bulan Januari ini?? Mungkin sebagian orang masih iya, lainya lagi enggak. Biasanya orang-orang yang susah move on sih yang hari geneee masih dianggap suasana tahun baru.

Sementara yang lain udah jalan wujutin resolusi tahun baru, si yang susah move in ini masih aja bikin harapan dan resolusi. Ada yang kayak gini?

Ada, gue orangnya.


Sebenrnya nggak terlalu kepikiran tentang resolusi tahun ini sih, sampai akhirnya mba Taro si blogger hits Semarang yang jadi salah satu Founder Komunitas Blogger Gandjel Rell ini bikin tema resolusi 2018 di arisan periode ini.Yang rutin baca blog ini tahu kan ya beberapa bulan ini gue ikutan arisan link blog dengan mbak-mbak blogger di Gandjel Rell.

Kebanyakan orang emang punya harapan nggak cuman diawal tahun sih ya, gue juga. Cuman setelah apa yang gue alami dengan harapan-harapn itu gue nyerah entah sejak kapan. Tapi dari itu, pada akhirnya gue belajar tentang ilmu menerima. Emang dasarnya menerima adalah bentuk rasa syukur terbaik menikmati hidup. Hati dan pikiran rasanya nggak penuh  lagi karena banyak hal yang belum bisa kita terima.

Tahun-tahun setelahnya gue nggak pernah punya harapan khusus. Hanya pengen-pengenan yang sekelibat muncul dikepala. Tahun lalu yang bener-bener gue pengen wujutin ya cuman bisa nyelesein kuliah dan diwisuda bulan Maret, baca di sini.

Alhamdulilah setelah keinginan wisuda itu tercapai, justru banyak hal terjadi dan diluar ekspektasi. Mungkin itu bonus dari rasa menerima itu kali ya. 

Gue yang dulu itu ambisius banget. Selalu ada target yang pengen gue capai di titik tertentu, makannya dulu gue ngoyo banget orangnya yang ngerjain ini itu. Tapi, nggak tahu kenapa 8 dari 10 yang gue targetin selalu gagal. Dua diantaranya juga nggak maksilam hasilnya. Jadi berakhir dengan kecewa dan penyesalan. Kalo udah dihasil akhir mengecewakan gini udah ancur-ancuran lah moodnya, jeblok banget. Buat naikin moodnya lagi butuh waktu lumayan lama. Gitu buruknya si ambisius itu. Setelah kejadian-kejadian itu gue mulai sadar, apa yang membuat kita sakit sebenernya ya diri kita sendiri.

Harus lebih bisa menerima dan berdamai dengan diri sendiri. Setelah itu, apa yang gue kerjakan berasa lebih ringan. Kayak tahun lalu yang gue jalani dengan santai, sangat santai tanpa ada target apapun. Sempet sedikit bimbang sih antara nyari kerja kantoran atau serius aja menekuni passion menulis ini. Cuman dengan apa yang udah gue terima dan kerjain di akhir-akhir tahun 2017 lalu dengan Titik Tengah Partnership insyallah mulai mantap dengan pilihan.

Masih dengan rasa-rasa tahun 2017 lalu, gue nggak pengen bikin resolusi macam-macam tahun ini. Kerjakan apa aja yang bisa dikerjakan, kembangkan apapun yang bisa dikembangkan, pelajari apapun yang bisa dipelajari.

Jadi nggak ada resolusi spesifik tahun ini, appaun itu gue berharap bisa jadi bintang tahun ini. Paling tidak bintang hati ibu ku. Uhuukk..


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In review

Konsep GiggleBox Village di Kompol Maksum Semarang Hadirkan Pegalaman Makan di Kampung Eropa


Gue pernah denger kalimat entah di mana kalo bisnis yang nggak pernah ada matinya itu bisnis makanan., dan emang itu bener banget. Makanan jadi hal mendasar buat manusia untuk tetap bertahan hidup walaupun sekarang makanan malah berubah jadi gaya hidup. Mengikuti tren makanan yang jadi gaya hidup ini para pebisnis makanan mulai berlomba buat bikin sesuatu yang berbeda dengan produknya untuk tetap bertahan. 

Salah satu yang mengikuti selera pasar tentang tren makanan ini adalah tempat makan GiggleBox. Buka pertama tahun 2010 di kota Bandung, mereka hadir tidak hanya menyajikan makanan yang enak tapi juga menciptakan ide kreatif dan fresh tentang bagaimana menyajikan makanan dengan epik didukung dengan tempat yang menarik. 

Di Semarang sendiri, GiggleBox  sudah ada tiga outlet yang sangat terkenal diawal kemunculannya di Jalan Diponogo. Jaman buka pertama kali di Jalan Diponogoro itu gue selalu waiting list tiap kali ke sana saking ramenya. Karena rame itu mungkin mereka memutuskan untuk ekspansi ke beberapa wilayah lagi di Semarang. Diantaranta di Jalan Ngesrep Timur V no 57 Tembalang dan Jalan Panjaitan 47B Miroto, daerah Kampung kali kalo kesulitan nyari alamatnya.

Mengawali tahun 2018 ini GiggleBox kembali membuka cabang baru di Jalan Kompol Maksum  no 219 Semarang. Masih baru banget karena baru buka dua hari yang lalu dan gue bersyukur dapat undangan untuk turut meramaikan acara soft opening mereka bersama temen-temen blogger lainya yang ada di Semarang.

Masih konsisten dengan tema fairy tale yang mereka usung di setiap outlet yang mereka buka, di Kompol Maksun ini juga masih ada sentuhan negeri dongengnya. Cuman yang di Kompol Maksum ini lebih fresh karena menghadirkan kampung eropa di dalamnya. 

Penasaran kayak gimana? yuk kita jelajahi satu-satu 


Di awal masuk banget loe akan nemu spot kayak gini yang kalo menurut gue sih lucuk dan sayang kalo cuman dilewatin gitu aja.


Karena sayang kalo cuman dilewatin aja, ya emang harus ambil foto di area sini. Setelah melewati ini tengoklah ke arah kanan, 


Lihat ini gue jadi langsung kebayang berasa ada di ruang makan sebuah rumah mewah. Oke abaikan pintu crem yang unfinished itu atau mungkin emang sengaja dibikin gitu, tapi gue suka dengan nuansa coklat dengan lantai bata yang sederhana tapi dipercantik dengan jendela tinggi yang menjulang khas GiggleBox juga candeliernya. Mungkin bisa ditambahkan tirai dengan warna coklat serupa untuk menutup jendela kacanya biar ngga terlalu silau waktu siang hari. Kalau di sana pas sore hari menjelang malam gitu pasti nuansa romantiknya keluar sih dengan tambahan tirai itu. 

Di area ini bisa dipakai untuk keluarga atau acara perayaan Anniversary, bridar shower dan semacamnya yang membutuhkan dekor set table gitu. Keren. 
Ruangan selanjutnya ada di balik pintu crem unfinished itu, tempatnya indoor dan adem banget.


Ada dua ruangan yang sama dengan tema yang sama seperti ini dan bersebelahan.



Area indoor yang di sini lebih ke yang males dengan keramaian sih, lebih cozy dan berasa tempat makan milik sendiri kalo di sini. Keluarga yang bawa beberapa anak dan baby gitu cocok di sini kayak keluarga yang inframe ini.

Indoor lainya yang lebih ceria dan mencerminkan tempat nongrong kekinian anak muda juga ada.


Full mural dan terkesan lebih santai di area indoor sini. Lebih luas juga. Masih bisa menikmati pemandangan di luar jendela yang luar biasa. Seperti apa luar biasanya?

Gambar ini dari yang punya akun ini
Di sinilah yang membedakana GiggleBox Kompol Maksum dengan GiggleBox cabang lainya. Mungkin juga yang membedakan dengan tempat makan lainya sih karena ini yang pertama di Semarang. Konsep semi ootdoor yang menghadirkan kesan suasana pedesaan Eropa klasik yang mereka sebut konsep GiggleBox Village.


Konsep GiggleBox Village ini gue bilang berhasil sih dengan designe seperti ini, bener-bener berasa kayak di negeri orang. Beda banget dengan outlet-outlet sebelumnya yang walaupun terkonsep dengan cerita dogengnya tapi ini lebih menegaskan statement kalo GiggleBox berbeda dengan cafe ataupun tempat makan lainya. Konsep ini bukan mural loh ya, asli bener-bener dibikin semirip mungkin dengan properti.


Menu Brunch Baru

Selain launching cabang baru, mereka juga launching menu baru yang nggak ada di cabang outlet lainya. Brunch & Asian Delight. 


Untuk brunch nya, ada lima menu brunch yang kemaren mereka pamerkan. Ini dia...

Gambar dari sini
Blackpaper tenderloin toast, roti panggang berisi daging tenderloin dan sause blackpaper. Kombinasi pas buat loe yang suka teste strong buat kasih suntikan semangat biar strong juga hadapi kenyataan hari itu ya. Menu ini di bandrol harga Rp 45.000.

Gambar dari sini
Salmon Mentai Toast, roti panggang dengan potongan daging salmon yang sudah  di panggang dan mayones, juga tambahan beberapa potong kentang goreng. Pas buat isi perut sebelum jam makan siang. Menu ini cukup dengan harga Rp 40.000.

Gambar dari sini
Salmon Egg in A Hole, nah buat loe yang suka sarapan dengan menu telor-teloran ini wajib dicoba. Roti panggang dengan telor setengah matang dan ikan salmonnya kombinasi pas buat bikin balikin semangat yang hilang kebawa mantan. Harga menu ini cukup Rp 40.000,-

Gambar dari sini
yang ini namanya Scramble Egg. Udah pada tahu lah makanan ini, yang spesial di sini adalah tambahan sosis dan slide daging sapi disiram dengan sause BBQ. Harganya cuman Rp 25.000 saja.

Gambar dari sini
Ini Nasi Ayam Bistik. Kalo ini nggak cuman untuk brunch sih, bisa sekalian buat makan siang. Porsinya seperti biasa kalo GiggleBox terkenal dengan porsi gede jadi bisa langsung kenyang untuk makan siang. Harganya cuman Rp 25.000.

Jadi nggak cuman datang buat makan, tapi juga mendapat kesenangan. Hiburan juga karena bisa sekalian menikmati suasana Eropa kan. Ditambah dengan harga yang sangat terjangkau untuk semua kalangan dari keluarga sampai pelajar dan mahasiswa.

Makan enak, harga terjangkau dengan kualitas terbaik, dapat spot foto banyak, sambil wisata menikmati suasana Eropa. Di mana lagi sih bisa dapat paket komplet ini selainn di GiggleBox Kompol Maksum ini. Yuk cus segera ke sana, alamatnya ada di 

Jalan Kompol Maksum No 219
fasilitas komplet dari parkir luas motor dan mobile, toilet bersih dan mushola juga ada.



Read More

Share Tweet Pin It +1

10 Comments

In Lifestyle review

6 Alasan Kenapa Harus Cobain Lunpia Cik Meme Semarang


Masih suasana tahun baru ini, orang masih banyak ngomongin pencapaian tahun lalu dan harapan tahun ini. Iya? Gue juga kok di tulisan ini . Nggak ada harapan tahun ininya sih, cuman yang pasti pengen lebih banyakin kegiatan yang bikin bahagia ajalah. Salah satu yang bikin bahagia ya wisata sih.

Ngomongin wisata biasanya nggak lengkap kalo nggak sekalian kulinernya. Iya? Karna loe belum sah plesir ke daerah itu sebelum nyobain makanan khasnya sana. Jadi wisata dan kuliner ini emang paket pas dan komplet yang saling melengkapi.

Kayak loe yang datang dari luar kota plesiran ke Semarang, belum sah plesirannya sebelum nyobain makanan khasnya. Tapi kuliner Semarang itu banyak banget kalo mau disebutin satu-satu, salah satu yang terkenal ya lunpianya sik. Kan sampai dijulukin Semarang kota Lunpia. 

Ada yang nggak suka sama lunpia? Kenapa? Karena ada bau-bau mengganggu dari isianya waktu makan ? kalo itu alasannya, duh kasihan amat sik. Pasti belum pernah nyobain lunpianya Cik Meme deh. 

Gambar dari sini
Lunpia cik Meme ini ada di jalan Gajah Mada deket istana buah. Dulunya emang nggak Lunpia Cik Meme sih, kalo ada yang akrap dengan Lunpa Delight ya itulah punya cik Meme. Kenapa berubah? Ya dari managemen Lunpia Delight nya pengen lebih memberikan citra tradisionalnya ketimbang nama Delight sendiri yang diambil dari bahasa asing. Perubahan ini sempat terjadi tiga kali dari yang awalnya lunpia Delight di tahun 2014-2015, terus berubah lagi tahun 2016 menjadi Cik Meme Lunpia Delight dan terakhir September 2017 lalu menjadi Delight (dengan tulisan kecil) Lunpia Cik Meme.

Perubahan nama ini sempet membingungkan sih ya, tapi apalah arti sebuah nama kalau ternyata sudah jatuh cinta dengan rasanya. Dan soal rasa ini loe nggak perlu bingung dan bimbang karena gue punya enam alasan kenapa loe harus nyobain dan suka sama lunpia Cik Meme ini. 

1. Nggak Bau Pesing

Beberapa yang nggak suka dengan lunpia biasanya karena bau-bau mengganggu dari rebungnya waktu dimakan. Kalo alesannya karena itu pasti belum pernah nyobain lunpia Cik Meme ini.


Mereka punya treat khusus gimana biar rebung untuk isian lunpianya nggak berbau sama sekali. Bahkan treat setiap rebung dari daerah tertentu caranya beda-beda. Sayangnya Cik Me belum mau bagi rahasia ini nih, cuman bilang aja kalau yang terpenting dalam pengolahan rebung untuk ngilangin baunya ya dicuci sebersih mungkin. Juga cara memasak yang tanek kalo orang jawa bilang. Tanek itu bener-bener mateng sampai mengering. Selain biar ngga bau karena sudah kering juga biar bumbu-bumbunya makin meresap. Selain nggak bau juga rasa rebungnya lebih lembut, nggak berasa keras dan kasar kalau udah masuk mulut. 

2. Punya Banyak Varian Rasa

Nah ini buat team yang bosenan, Cik Me punya banyak varian rasa biar bisa makan lumpia tiap hari satu varian. Saking banyaknya varian rasa, cik Meme ini pernah dapat penghargaan sebagai lunpia dengan varian terbanyak dari walikota Semarang.  Apa aja emang?



  • Senin varian Raja Nusantara
  • Selasa varian Jamur Nusantara 
  • Rabu varian Kajamu alias Kambing Jantan Muda
  • Kamis varian Fish Kakap
  • Jum'at varian Crab
  • Sabtu varian Original
  • Minggu varian apa ajaa asal bahagia

Ada satu lagi varian yang spesial diperuntukan para vegetarian, itu varian plain yang emang literally rebung. Kalau yang original itu campuran rebung, telor dan udang. Dan dari semua varian itu masih ada pilihan lagi dengan kulit basah atau kering. Basah di sini maksutnya kulit lumpai asli yang putih itu, kalau yang kering ya yang udah digoreng.

Lumpia dengan kulit basah bisa bertahan sampai delapan jam tanpa freezer dan yang kering dua puluh empat jam tanpa freezer. Kalau masuk freezer masing-masing bisa bertahan sampai lima hari. Jadi bisalah dikira-kira buat yang mau bawa lunpia ini oleh-oleh ke luar kota.

Kalo gue sih recomended yang kering karena ada sensasi cruncy waktu dimakannya, juga kan lebih awet kalo buat oleh-oleh. Untuk variannya gue paling recomended varian Jamur Nusantara karena ada tambahan kacang medenya.


Keliatankan kacang medenya gede-gede banget, ya ampun itu kalo dimakan udah cruncy dari kulit lumpianya, manis gurih dari paduan rebung, jamur, telor dan udang masih ditambah gurih dari kacang medenya. Apalagi dicocol pakai sausnya yang dibuat dari pati kanji, kecap dan bumbu rempah itu. Masih bisa ditambah dengan rasa acarnya yang asam-asam seger, terus bisa sambil lalap cabe untuk rasa-rasa pedesnya dan daun bawang. Udahlah kelar rasa kenikmatanya,

Penasaran tapi dengan varian rasa keju atau mozarella yang lagi naik daun dikalangan kuliner kekinian ini. Kali aja biar hari Minggunya masih bisa nikmatin varian Lunpia Cik Me, jadi karena hidup penuh rasa makannya Lunpia Cik Meme hadir dengan banyak varian rasa. Eyaa, tagline baru Cik..

3.Sudah Dihalalkan oleh MUI

Nah ini untuk team makanan halal garis keras nih. Dari sekian banyak lumpia dengan merk dagang mereka masing-masing di semarang, baru punya cik Meme yang udah dihalalin sama MUI sejak awal tahun 2017 nih.

Gambar dari sini
Jadi nggak perlu worry lagi mengenai ke-halal-annya karena udah pasti dijamin halal. Kan udah lolos uji dari MUI. Tuh lumpia aja udah dihalalin, loe kapan ada yang halalin huh..

FYI aja sih yang kemaren Cik Me share tentang uji halal MUI ini nggak sembarang brand bisa dapat label halalnya. Bener-bener detail dan diawasi dari proses sebelum dimasak sampai packaging  harus bener-bener menggunakan cara dan bahan yang halal. Itu juga masih terus dipantau secara berkala tiap tiga bulan sekali. 

4. Sudah Mitra dengan Go Food dan Tersedia di Bandara juga

Jadi untuk team malesan keluar rumah buat makan nih, udah bisa nemuin Lumpia Cik Meme di Go Food dan tinggal pesan. Atau barangkali masih ada di jaman sekarang yang nggak pakai aplikasi Go Fod ini bisa pesen delivery aja ke store, cukup telfon ke (024-3511006). Jam operational mulai dari jam lima pagi sampai jam sepuluh malam.

Kalau yang dari luar kota, repot karena mungkin kunjungan kerja dan nggak sempet ke tempat oleh-oleh tenang aja. Lunpianya Cik Meme udah ada di bandara Ahmad Yani Semarang kok. 

Gambar dari sini
Bahagianya lagi harga yang ada di bandara sama juga dengan harga yang ada di store Gajah Mada.

Gambar dari sini
Jadi nggak worry juga soal harga, kan biasanya makan dan minuman yang dijual di bandara sedikit lebih mahal tuh. Itu nggak berlaku untuk Lunpinya Cik Meme karena cik Me nggak mau bikin pelanggan kecewa dengan harga yang berbeda-beda. Tinggal nunggu aja nih Lumpia Cik Meme ada di stasiun kota, eyaaa..

5. Store Luas & Fasilitas Oke

Oke ini untuk team rajin yang kalo beli langsung datang ke store yang di Gajah Mada. Bisa sambil sekalian nongki-nongki sana mungkin karena storenya yang luas dua lantai.


Jadi bisa sambil nunggu pesenan  bisa duduk ngabisin satu lunpia di sana. Bagi yang datang dari luar kota bisa sekalian belanja oleh-oleh khasnya Semarang selain lunpia.


Dilengkapi juga dengan playground buat pelanggan yang membawa anak, lokasinya ada di lantai dua.


Dan selain play ground ini, dilantai dua ada meeting room dengan kapasitas maksimal 25 orang.


Untuk pembookingan meeting room ini minimal 15 orang dengan biaya 50.000/pack dapat fasilitas meeting room plus  proyektor dan coffe/teh juga lunpia pastinya.

6. Generasi ke Lima dari keturunan Master Lunpia di Semarang

Keterampilan bikin lunpia ini Cik Me turunin  langsung dari master cheefnya Tan Yok Tjay, keturunan asli dari sang pelopor lunpia. Jadi silsilahnya Cik Meme ini generasi ke lima dari lunpia gang lombok dan generasi ke tiga dari lunpia Mataram. Nah toh, itu nama-nama lunpia tersohor di Semarang semua. Jadi lunpia bikinannya Cik Me ini udah yang paling bener buat di coba dan jadikan oleh-oleh khas Semarang.

Gambar dari sini
Gimana? masih ragu-ragu? mending lagsung coba dulu aja, nanti baru bilang suka atau tidak. Kalo engga, kebangetanlah. Biar tahu dan bisa nyoba ditempat, mending sekalian datang ke storenya deh.

Lumpia Cik Meme
Jalan Gajahmada 107 (sebelah istana buah)
free delivery (024-3511006 / 3511007)
https://lunpiacikmeme.com/

Read More

Share Tweet Pin It +1

10 Comments

Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Popular Posts