In review

Belajar Produk Branding bersama Dinkop Provinsi dan 120 UKM se-JaTeng


Branding merupakan sesuatu yang esensial kalau pengen suatu merek atau produk untuk tidak hanya dikenal masyarakat, tapi juga untuk memiliki masa hidup yang panjang. Pada dasarnya, branding merupakan cara merek tertentu menyampaikan makna sebuah produk agar memiliki jiwa. Makna tersebut harus dibuat dengan menarik dan diceritakan dengan cara yang selalu baru agar tetap relevan di masyarakat.

Tentang branding itu, sebenernya aku udah pernah belajar beberapa tahun lalu. Cuman emang branding yang ku pelajari selama ini masih personal brandingnya. Dan Minggu lalu, aku diajak Dinas Koperasi UKM Provinsi Jawa Tengah untuk meliput dan mendampingi teman-teman UKM dari beberapa daerah di JaTeng untuk mengikuti Workshop Pengembangan Branding Produk UKM. Oke, ilmunya nambah lagi kali ini tentang branding produk. Mari belajar dan bercerita.


Acara ini diadakan oleh Dinas Koperasi UKM Provinsi JaTeng untuk membantu UKM yang ada di JaTeng mengembangkan produknya melalui konsep branding yang baik. Menurut bu Ema, Kepala Dinas Dinkop bahwa branding bagi UKM diperlukan untuk menguatkan citra diri dan produk mereka. Saat ini UKM di Jawa Tengah diperkirakan berjumlah 5 juta unit usaha, tapi yang tercatat di Badan Pusat Statistik (BPS) baru 115.000. Dan kemaren kurang lebih 120 UKM yang beruntung bisa mengikuti workshop. Untuk memberikan materi tentang produk branding ini, Dinkop Provinsi meng-hire team branding dari Jakarta yang sudah berpengalaman.

Bagaimana Cara Membangun Brand


Mas Arto Soebiantoro, dari gambaranbrand.com team yang fokus mengembangkan merek-merek lokal Indonesia. Selama dua hari kita belajar dari mas Arto tentang bagaimana seharusnya membangun branding sebuah produk. Penting karena brand menjadi identitas sebuah produk, kalau produk diperkuat dengan brand atau merek maka dia semakin gampang diterima pasar dan memiliki umur yang panjang. Cara gampang bagaimana produk bisa diterima pasar ya menyentuh konsumen dengan lima panca indera. 

Pertama panca indera mata, melalui kemasan. Melalui panca indra lidah dengan kualiats rasa yang baik jika produknya makanan. Panca indra penciuman melalui bau makanan, telinga dan hati digunakan untuk mendengar story telling dibalik sebuah nama brand tersebut. Adanya sentuhan personal dibalik sebuah brand biasanya akan semakin memperkuat brand tersebut.

Secara singkat, gimana membangun brand ada tiga tahapan.

  1. Pertama pondasi
    pada tahapan ini menyiapkan konsep dari nama brand, logo, tagline, keunggulan dan kekurangan produk, kemudian target marketnya. Untuk tahapan pondasi ini usahakan seunik dan semenarik mungkin.  Setelah semua siap, baru ke tahapan selanjutnya.
  2. Komunikasi
    Tahapan Komunikasi ini adalah bagaiman brand mulai dikenalkan pada pasar. Ditahap ini sudah bermain dengan strategi bagaimana brand masuk dan menyentuh emosional masyarakat yang menjadi segmen sebuah brand. Bikin strategi yang se-relate mungkin dengan masyarakat biar brandnya semakin diingat.
  3. Evaluasi
    Tahap ini tahap ketika proses komunikasi sudah berjalan paling tidak tiga atau enam bulan pertama. Bagaimana respon pasar dan ke-efektivitas komunikasinya. Tiga tahapan ini akan aku jabarkan sedikit lebih panjang di postingan mendatang.

Beberapa Produk UKM yang dipamerkan di Workshop Kemaren








Ada banyak sekali produk-produk rumahan kemren, tapi ngggak bisa kefoto satu persatu. Beberapap yang masih ku ingat produknya :

  1. H.I Coklat dari Purworejo. Olahan coklat asli
  2. MCI Seragam sekolah dari kebumen
  3. Banana Chips dari Temanggung. Olahan segala macam pisang
  4. Furnistik Woodworking dari MAgelang. Kerajinan tangan dari kayu untuk souvenir
  5. Opak Ndeso dari Wonosobo.Olahan kerupuk
  6.  Kopi Slerep dari Temaggung
  7. Berkah Peyek dari Purwoejo. Ini favorit karna bener-bener resh idenya, peyek lombok!!
  8. Maneh Keripik Talas dari Purworejo
  9. Lezzad kerupuk dan stik tulang lele. Ini juga favorit karna idenya masih fresh juga.
  10. Ayuma lanting dari Kebumen. 

Beberapa produk UKM ini sudah sangat layak untuk dilepas dipasaran swalayan, maka dari itu pada hari ke dua Dinkop menghadirkan beberapa perwakilan pasar swalayan yang diharapkan  akan terjalin sebuah kerja sama dengan para UKM yang mengikuti workshop. Barangkali produk UKM yang sudah memenuhi syarat masuk swalayan bisa langsung diprospek.


Setelah dua hari mendapat materi tentang strategi produk branding itu, kita diminta untuk mebuatt sebuah perencanaan branding strategi dalam sebuah lembar kerja yang nanti akan dinilai langsung oleh mas Arto dan team.



Empat terbaik akan mendapat apresiasi dari Dinkop dan juga hotel Semesta tempat diselenggarakannya acara kemaren.


Setelah terpilih empat terbaik tentang produk brandingnya, hari ke tiga kita dibagi kelompok untuk melakukan perjalanan PKL ke beberapa UKM yang sudah berhasil. Ini cerita jalan-jalan ke UKM nya sambung postingan selanjutnya ya.

Intinya, cintai dan support produk lokal karena kualitas nggak kalah oke sama produk luar. Setuju yaaa....

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In review

Nyari Salon atau Spa yang Khusus Muslimah di Semarang? ke Sanasya Salon & Spa Ajaaahh


Jaman sekarang ya, perawatan badan dan wajah itu nggak cuman punya kaum perempuan. Kaum laki-laki juga pada peduli merawat badan dan kulit terutama kulit wajah. Karena itu sekarang beberapa tempat perawatan dan salon mulai mencampurkan pelayanannya biar bisa mendatangkan pelanggan laki dan perempuan. Ya walaupun nanti pas perawatan tetep di tempat yang berbeda di dalam, tapi tetep aja kadang merasa risih nggak sih kalau kita harus nunggu bareng lawan jenis di ruang tunggu atau malah saling papasan pas perawatan di dalam. Apalagi buat kaum perempuan yang berjilbab kayak gue, makin nggak nyamankan.

Kondisi gue yang pakai jilbab ini nggak bisa sembarang datang ke salon atau spa yee kan, harus banget nyari yang emang khusus perempuan. Sempet kesulitan nyari di Semarang ini tempat Spa dan salon khusus perempuan, alhamdulilah temen-temen blogger ada yang rekomendasiin Sanasya Salon & Spa khusus muslimah. Lokasinya ada di Java Mall lantai 2, deket eskalator.  Jadi kemaren datanglah gue ke sana dan begini kondisinya.




Di luarnya emang keliatan kayak butik karena jual baju, tas, jilbab dan aksesories juga. Jadi sambil nunggu giliran treatment bisa sambil milih-milih baju barangkali ada yang cocok yee kan.  Tapi kalau masuk ke dalamnya, ada banyak ruang tersembungi di sana.







Dominasi warna purple dan kuning gading yang ada di dalam itu bikin nyaman banget. Luas juga, dan suka sama musik-musik instrumental yang diputar di sana. Bikin treatment jadi makin khusyuk dinikmatinya.

Gimana Perawatannya?

Tempatnya udah oke banget, suasana juga mendukung karena berasa hoomey banget jadi sekarang tanya gimana perawatannya? oke, sebelum gue cerita perawatan apa yang gue ambil kemaren, gue mau info dulu jenis perawatan apa yang ada di sana.


Perawatannya komplet dari ujung rambut sampe ujung kepala, tinggal disesuaikan kebutuhan dan budget pastinya. Infonya juga lengkap ya sekalian ada harganya, jadi udah ada gambaran mau ambil perawatan apa yang sesui budget.

Kalau gue kemaren ambil paket facial, mani dan padicure. Akhir-akhier ini lagi sering begadang, muka berasa kisut karna kurang tidur. Jadi kayaknya facial bikin seger, ditambah dengan bersihin kaki dan tangan yang lama udah nggak tersentuh salon.

Jadi Facial kemaren pakai produk yang diiklankan sama Dewi Sandra, tahu dong ini. Suka sama terapisnya yang bersih banget ngambilin komedo di hidung, gue kalo facial di klinik yang biasa gue pakai kadang masih nggak sebersih itu. 


Untuk Mani dan Padicurenya, so far suka. Walaupun kelihatannya sepele, tapi mani & pedicure ini punya efek untuk menghilangkan rasa penat karena kebanyakan kerja. Mungkin efeknya akan lebih terasa karena yang mendapatkan perawatan ada dibagian kaki. Selain itu pedicure juga bisa menjadi terapi bagi kaki . Yang pasti, kaki bakal sehat dan kuku kaki juga akan kelihatan lebih cantik setelah poses pemebentukan kuku. 

Cuman agak kecewa karena di Sanasya, proses pembentukan kukunya nggak kayak ekspektasi gue. Pas minta kutek warna merah, mereka nggak ada. Jadi nggak lengkap. Cara ngutekinnya juga jujur aja masih bagusan gue. Jadi nggak terlalu puas untuk perawatan mani & padicurenya.

Tapi kata temen-temen yang ambil perawatan body massage katanya terbaik. Gue nggak bisa cobain body message karena Kalau untuk body massage dan scrub gue dari dulu masih belum bisa orang lain nyentuh badan gue selain gue sendiri. Jadi mau secapek apa juga gue nggak pernah pengen pijet.

Coba kalau loe, barangkali lagi ada yang nyari salon & spa muslimah  dan pengen perawatan dari keplaa sampe kaki. Cobain ke Sanasya dulu, siapa tahu cocok dan suka.

Mereka buka setiap hari mulai jam 10 pagi sampai jam 9 malam. Di Java Mall ya, lantai 2. Kalau sekalain bikin kartu member, akan ada potongan-potongan khusus tergantung dari promo apa yang sedang berlangsung saat itu. Selamat mencoba ya.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In fiksi

Super Ego Part 8


Yang baru baca, biar nggak bingung ceritanya bisa cek dari Part I di sini ya

Part 5

Part 6

part 7 

=============================================================

Acara pertunangan Viona malam ini berjalan lancar, acaranya sederhana cuman ngundang kerabat deket dan sahabat Viona aja. Beberapa sahabat Vio yang juga kenal gue dan temen nongkrong di club, termasuk Sally. Cuman satu yang bikin gue bosen selama acara tadi, pertanyaan kapan nyusul adek gue.  Sebenernya mau ngajak Disa biar kalo ditanya kapan nyusul minimal gue udah ada gendengan, tapi  karena Naya masih belum sehat banget jadi dia nggak mau ninggal Naya dulu. Gue udah ketemu Naya kemaren sebelum balik sini, gue ke rumah ibunya Disa dan bertemu dengan mereka di sana.
   
 “ Nonton tivi apa ditonton tv sih.” Suara Kak Feli yang barusan datang ngagetin gue. Tadi setelah acara tunangan Vio, suami kak Feli langsung terbang ke Jepang dan bakal terbang entah ke mana lagi sampai 2 minggu baru balik karna kerjaanya terbang aja ke mana-mana. Suaminya pilot soalnya dan kalau ditinggal untuk waktu lebih dari 2 minggu biasanya Kak Feli milih tidur di rumah sini bareng anak-anaknya.
    “ Eh kak, belum tidur?” pertanyaan retorika. Jelas aja, kalo udah tidur nggak mungkin jalan ke sini. Kecuali kalo nglindur.
    “Belum, tadi buatin susu buat Pindo ke dapur. Liat kamu di sini kayak orang kesepian, abis nidurin Pindo Lagi ku lihat sini kamu masih gini aja.” Muka gue kelihatan banget kesepian? Padal gue lagi jatuh cinta loh, gimana kalo gue pas lagi galau coba muka gue. Pindo itu anak ke dua kak Feli,  cowok masih umur tiga tahun.
    “ Lagian tumben banget nonton TV di luar, sedirian banget lagi. TV di kamar kenaapa?” Kak Feli ikut duduk di sebelah gue sambil mengabil bantal sofa buat sandaran.
    “ Tadi ngobrol sama Vio, terus Vionya udah ngantuk. Balik ke kamar lah dia.” Gue emang deket banget sama sodara-sodara gue, kalo lagi kumpul gini emang sering baget bertukar cerita alias curhat.
    “ Ngobrolin tunangannya dia itu?”
    “ Iyalah, apalagi kak.”
Kak Feli manggunt-manggut. “ Gimana di Semarang, betah?”
    “ Betah banget, kak Feli kudu tinggal di sana barang satu atau dua bulan.”
    “ Ada apa di sana yang bikin betah?”
    “ Ada perempun kak, aku lagi jalan sama dia.”
    “ Oh, jalan aja apa jalan layaknya orang dewasa?”
Gue senyum garuk-garuk kepala. Kak Feli tahu kelakuan gue yang suka maen-maen sama cewek, karena emang seterbuka itu kita. Ya tapi bagian ONS nya nggak gue ceritain juga sih.
     “ Kayak orang dewasa lah, Devan udah terlalu tua buat maen-maen terus kak.”
    “ Terus kenapa nggak diajak ke sini buat dikenalin ke keluarga, biar nggak dicengin terus sama yang lain kayak tadi.”
    “ Nantilah, belum mau buru-buru dulu.”’’
    “ Semoga beneran serius sih, ku kira kamu malah jalan sama Sally.”
    “ Dia baiknya jadi sahabat aja sih kak, bukan buat pasangan.”
    “ Tapi dia nguber kamu terus.”
    “ Devan udah pernah kasih tau kalo kita baiknya sahabatan aja.” Tapi sahabat dalam selimut. Uhh jadi kesel sama diri gue sendiri kalo inget pernah beberapa kali tidur sama dia.
      “ Kak Fel, pendapat kakak tentang perempuan single parent gimana?”
    “ Emmmmm, keren. Hebat banget. Kakak aja ngurusin anak-anak masih dibantu mbaknya masih kadang nggak sanggup kalo nggak ada mas Findra yang nguatin. “
    “  Jadi perempuan yang sanggup mengurus anaknya sendirian itu hebat kan kak?”
    “ Hebat banget.”
    “ Terlepas dari kenapa dia single parent?”
Kak Feli sedikit mikir. “ Aku jawab dari sudut pandang perempuan dan seorang ibu ya, itu iya. Apapun alasannya perempuan yang memutuskan jadi single parent itu hebat banget. Tapi, kalau dia bisa ngurus anaknya bareng dengan bapaknya akan lebih baik. Kecuali kalau suaminya emang udah meninggal.”
    “ Kalau dia singgle parent karna emang belum pernah nikah gimana?”
Kak Feli mengkerutkan dahinya, lebih dalam mikir kayaknya. “ Gimana? Dia adopsi anak maksutnya? “
    “ Menurut kak Feli, laki-laki single yang menikahi perempuan punya anak satu gimana?” pertanyaan ini keluar gitu aja dari mulut gue.Gue bahkan sempet terkejut kenapa gue udah nyingung soal pernikahan aja.
    “  Ya nggak gimana-gimana, kalo udah saling suka ya mau gimana lagi. Cuman kalo bisa sih yang single sama yang single aja. “
    “ Kenapa gitu?”
    “ Rumit Dev, yang sama-sama single aja masih harus berproses saling menerima bahkan sampai tahun berapapun udah menikah. Apalagi yang udah punya anak, nggak mungkin mutusin hubungan sama bapak kandungnya jadi pasti masih berhubungan, keluarga besar bapak kandungnnya sana juga. Gimana ya, eh kok kamu tumben nanya-nanya gitu. Kenapa?”
    “ Nggak apa-apa kak, pengen sharing aja.”
    “ Serius? Bukan karna ini kan kamu sejak sampai sini kayak nggak lepas gitu.”
Oke gue bisa bohong sama nyokap, tapi gue nggak tau kakak gue satu ini pakai pelet apa selalu bikin gue nggak pernah berani bantah.
    “ Perempuan yang Devan pacarin sekarang single parent.”
Kak Feli diem sebentar, kemudian mengangguk pelan. “ Oke, kamu udah yakin sama pilihan kamu yang sekarang?"
Gue belum bisa jawab pasti, masih mikir.
     " Kamu kenal dia udah berapa lama?” kak Feli nanya lagi.
    “ Ke kamar Devan yuk kak.”
    “ Oke, kamu ke atas dulu. Kakak pastiin Pindo udah nyenyak tidur sama mbaknya, nanti nyusul.”

Gue cuman ngangguk tanpa suara kemudian bangkit dari sofa dan berjalan menaiki tangga. Sepecicilan apapun gue diluar sana, kalau udah masuk rumah ya gue anaknya papa dan mama dan adeknya kak Feli, abangnya Viona. Sekalem ini kelakuan gue, bukan bermaksut pamer tapi beberapa orang bilang gue tipikal family man yang deket banget sama keluarga. Sama kakak gue Feli, gue curhat apapun minus kebiasan ONS gue jaman di Singapure dan balik ke Jakarta ini. Sejak kecil emang kita bertiga dibiasakan untuk selalu cerita apapun sama papa atau mama. Gue juga dulu jaman SMP masih di Jakarta apa-apa cerita sama papa karna nggak ada sodara laki lagi, tapi sejak SMA papa mulai sibuk sama kerjaan terus temen curha gue pindah ke kak Feli sampai sekarang. Kebetulan kak Feli Psikolog juga sebelum akhirnya memutuskan untuk sementara istirahat sejak punya anak. Sama mama? Gue cuman cerita-cerita lucu aja yang sekiranya perlu tau, tapi gue tetep deket dan sayang banget sama mama. Mama juga kalo ada apa-apa curhatnya ke kak Feli.  Jadi kita punya dokter jiwa keluarga. 
Ini bukan maslaah cemen 'cowok kok  curhat banget sih Dev', bukan. Tapi ini tentang kesehatan jiwa yang orang masih belum paham betapa pentingnya. Di luar negeri aja nggak bisa tidur konsultasi ke doker Jiwa, di sini orang sampe stress aja nggak mau berobat. Curhanya ke sosial media, apa untungnya. Selesai kagak, nambah masalah dan aib iya. 
    “ Jadi udah siap cerita?”
Suara kak Feli narik pikira gue ke alam sadar setelah tadi sempet mikir nggak jelas. Gue baru sadar kalo ternyata udah sampe kamar dan malah udah duduk di sofa kamar gue.
    “ Bingung tapi mulai dari mana, kakak aja yang nanya.”
    “ Udah kenal berapa lama sama, siapa nama peremp..”
    “ Disa.” Jawab gue cepat “ Baru kenal hampir dua bulan.”
    “ Nggak terlalu cepat?”
Gue geleng-geleng.
    “ Apa yang membuat kamu tertarik sama dia?”
Gue mikir sebentar, apa jawabannya. Karena dia cantik? Kayaknya bukan, masih banyak perempuan cantik lainnya dia dilingkungan gue. Gue nggak nemuin jawaban yang pasti gue suka.
    “ Nggak tahu, pokoknya aku seneng aja kalo sama dia. Even cuman ngobrol aja nggak ngapa-ngapain.”
    “ Moment pertama ketemunya gimana?”
    “ Dia lagi mabok salah masuk ke apartemen ku. Terus kita jadi sering ketemu karena satu flat, sering renang bareng tiap pagi dan ternyata dia arsitek yang ngerjain R.O baru yang di Jalan Pandanaran Semarang.”
    “ Udah tahu dari awal kalau dia single parent?”
Gue geleng kepala, “ Tahunya pas aku proses pendekatan sama dia.”
    “ Pertama kali tahu gimana perasaan kamu?”
    “ Kaget, campur aduk. Tapi justu bikin aku makin pengen sama dia kak."
    " Kenapa?"
Gue mikir lagi, nyari alesan kenapa gue pengen banget bisa ngabisin sisa hidup gue sama Disa. Eh, gue baru ini kebanyakan mikir buat jalin hubungan sama perempuan. Ngabisin sisa hidup sama orang? gue pikir gue dulu bukan tipe orang yang akan menikah. 
     " Kamu yakin bisa menerima dia? apa adanya!" Kak Feli memberikan penekanan pada kata 'apa adanya'. Kala itu gue langsung ngangguk mantap tanpa berpikir. Tanpa balasan, kak Feli cuman senyum kemudian mengacak rambut gue. 
      " Adek kakak udah dewasa ternyata."
Gue cuman mengernyit denger tanggapan Kak Feli. Tahun ini aja gue udah 30 tahun, kurang dewasa gimana selama ini? Kenapa baru hari ini gue dianggap udah dewasa?
     " Kenalin ke kakak dulu ya, nanti kakak nilai."
     " Nggak apa-apa Devan sama Disa?" 
     " Yang jalanin kalian berdua, kakak punya hak apa?"
     " Status Disa?" 
     " Kalo itu nggak masalah buat kamu, kenapa harus masalah buat kakak."
Ya Tuhaannnn, gue langsung lega demi apa. Gue langsung meluk kak Feli.
     " Kenalin dulu sama kakak tapi."
     " Secepatnya, kakak kapan bisa ke Semarang sekalian jalan-jalan di sana."
Malam itu gue udah lumayan lega walopun nggak sepenuhnya. Gue harus menghadapi papa dan mama nantinya kalo setelah kak Feli ketemu Disa dan merestuinya.
 

 

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Lifestyle review

Konsep Rumah Idaman di Kofitiere


Pernah nggak loe ngebayangin gimana rumah loe di masa depan? At least gambaran aja gimana nanti loe pengen bangun rumah? Gue punya banget. Tipe rumah yang simple, nggak terlalu besar tapi dengan halaman yang luas. Dominan warna putih, modern industrial gitu, tanpa sekat dan banyak ruang udara yang masuk lewat jendela-jendela besar berkaca juga ada banyak tanaman.

Konsep kayak gitu yang gue rasain waktu masuk sebuah kedai kopi baru di Erlangga, Semarang. Namanya Kofitiere. 

gambar dari sini
Dari luar udah keliatan adem dengan pohom kamboja di halaman depan sisi kirinya, kemudian sisi kanan bisa dibiarkan ditumbuhin rumput jepang atau ditambahin tanaman-tanaman hias.


Di halaman depan ditaruh bangku-bangku kayu buat sekedar duduk buat nyore. Untuk jendela-jendela besar di depan itu bakal gue kasih tirai coklat muda.


Gue jatuh cinta sama model pintu utama di sini, dengan kenop pintu yang besar dari entah itu kayu atau akar pohon yang besar. Keliatan keren banget.




Ruang tamu kecil yang sesimple digambar pertama itu, di depan pintu banget buat menerima tamu yang nggak terllau dekat. Dan ruang tamu bersofa sebelahnya untuk tamu yang lebihh dekat atau keluarga. 


Sebelahnya lagi langsung ruang makan kayak gini, sekat antara ruang tamu dan ruang makan cuman dibatasi sama meja setinggi satu meter buat naruh foto-foto kecil keluarga.


Dapurnya juga seterbuka ini, jadiin satu aja dapur bersih dan dapur kotor. Dengan jendela kaca yang langsung bisa lihat taman belakang rumah.


Di area outdoor belakang ini, gue bakal tambahin beberapa tanaman hydroponik biar kalo sore bisa siram-siram tanaman sambil ngeteh sore. Atau sekedar duduk dengerin musik dari headseat di kursi gantung itu sambil baca-baca artikel lucu di laman klik di sini. Bisa ditambahin kolam ikan juga sih yang dikasih air mengalir biar ada suara alam juga di rumah. 


Masuk lagi ke dalam rumah ya, di depan dapur itu bakal gue taruh satu sofa besar dan karpet lantai bulu-bulu buat tiduran sambil liat tivi bareng keluarga. Jadi pas suami dan anak lagi nonton, gue di belakang sambil bikin cemilan gitu. 


Ada satu sudut buat baca juga, karena gue suka sama cowok yang suka baca. Jadi bisa juga, anak-anak nonton tivi, bapaknya sambil ngawasin baca buku di sudut depan sini sementara gue emaknya bikin cemilan di belakang. Hangat banget ya kayaknya. 

Gambar dari sini
Gue suka ada tanaman hidup di dalam rumah, lebih segar dan hidup gitu.






                   

Dan beberapa sudut rumah kayak gini juga. Jadi pas gue ke sana yang ke tiga kali itu, gue baru ngeh kalau ya kayak gitu rumah yang gue pengen dari dulu. Kenapa yang ke tiga kali, karena yang pertama gue udah capek banget abis seharian muterin Semarang buat meeting sana sini, juga waktu itu masih banyak yang belum selesai pengerjan design interiornya. Kedua kalinya ke sana pas ngomongin kerjaan banget jadi nggak kepikiran sebaik itu, dan ke tiga kalinya sama orang yang kemudian nyeluk kalo asik banget ya punya rumah kayak gitu. Uhuuk, gue baru tersadarkan..

Tempat oke, gimana kopinya?


Sebelum nyeritain gimana kopi dan cakenya, gue kasih tau menunya dulu. Unik juga sih menunya udah dipasang segede gaban gini, malah jadi mural juga. Beberapa yang pernah gue coba, manual brewing Vietnam dan cold brew. Waktu itu sih masih standard rasanya, mungkin karena masih baru jadi masiih nyari signature testenya. Tapi pas gue pesen Coffe Frappe di kedatangan yang ke tiga itu udah berasa lebih enak.


Selain kopi mereka juga punya snack dan cake, 




Nice banget sih dari tempat dan makanannya juga. Kopinya nggak mengecewakan banget kok. Boleh dicoba langsung ke Jalan Erlangga Tengah VII no 15. Depannya Chanadia, sebelahnya balon bunga. 
Buka setiap hari jam 08.00 - 23.00. Colokan banyak, kamar mandi ada, wifi oke, tapi belum ada musholanya. 


By the way, ngobrolin soal rumah idaman, kalau design dari kofitiere itu kurang mewakili rumah idaman loe, gue punya referensi baru nih hunian dengan konsep alami. klik di sini untuk referensi






Read More

Share Tweet Pin It +1

3 Comments

In Lifestyle review

Repot Bawa atau Kirim Barang ke mana-mana? Grab Expressin Ajjaahh


Diakui atau enggak, keberadaan sosial media dan kecanggihan teknologi sekarang merubah tatanan dan gaya hidup manusia. Sekarang kita dimanjain banget sama perkembangan teknologi yee kan. Apa-apa asal males tinggal buka gedget, pilih-pilih, klik dan selesai. Ada baik dan buruknya sih, tapi semoga lebih banyak baiknya. Gue ngrasain sendiri sih, dan lebih mau menikmati hal-hal baiknya.

Hal baik kali ini yang gue mau bagi adalah tentang layanan jasa kurir dari Grab. Yup, Grab Express!! Grab Expres ini sebenrnya udah ada sejak 2015 dari  layanan Grab sendiri. Cuman tahu kan kalau Grab mulai ekspansi ke Semarang aja masih awal-awal tahun lalu, jadi fokus mereka masih pada pengembangan grab transportasinya. Setelah Grab Transportationnya udah mulai 'mapan' nih di Semarang, jadilah awal tahun ini mereka mulai gebber Grab Expressnya. FYi aja nih, di Jawa Tengah sendiri sekarang sudah ada 1,1 juta mitra yang gabung dengan Grab,  dan lebih dari 50 juta pengguna.

Grab Express ini jasa kurir yang ngambil dan mengantar barang sesui pemesanan. Bisa melacak pengiriman barang secara langsung dan setiap pengiriman otomatis terasuransikan sampai Rp. 10 juta, terkecuali beberapa jenis barang yang tercantum di dalam FAQ ya. Jasa kurirnya juga beda sama kurir sebelah, lebih murah yang pasti. Nggak ada minimum tarif karena gue pernah ambil barang dengan biaya 5000. Cuman berat barang yang mau kita kirim dibatasin sih, maksimal 5 kg.

Keunggulan dari Grab ini selain harga lebih murah, adalah driver dan kurirnya semua ramah dan terpercaya. Gue tahu sendiri seberapa rumit mendaftar jadi mitra Grab karena harus ada surat catatan kelakuan baik dari kepolisian dan interview lagi di kantornya Grab sana. Bukan jadi jaminan juga sih kalau yang catatan kelakuan baiknya belum ternoda akan tetep menjadi orang baik dan terhindar dari tindakan kriminal ojol yang akhir-akhir ini sering kita dengar beritanya. Tapi, at least babang-babng preman atau maaf mantan napi nggak bisa tiba-tiba gabung jadi drivernya Grab juga kan. Mereka menyeleksi setiap pelamar yang mau gabung jadi mitra. Itu yang bikin gue lebih percaya dengan Grab daripada dengan yang sebelah.

Selain itu juga Grab nggak punya jarak maksimal pengataran, jadi bebas loe mau ngantar paketan buat calon gebetan sampai ke Demak, Kendal, Jepara? mana lagi hayo, orang nggak terbatas. Dan satu lagi, kalau males bayar ongkos Grab Expresnya  karena nganter barang kenangan dari mantan, boleh pesennya sebagai penerima. Karena kalau yang melakukan order adalah pengirim jadi payment harus sebelum mengantar paketan dan sebaliknya. Jadi pesennya tulis dulu alamat kita untuk ngambil barang, baru tujuan alamat kirim dan bayar tujuan.

Gimana Cara Pakai Grab/Grab Express??


Jadi nggak usah repot-repot lah sekarang kirim makanan ke calon mertua, Grab Expresin ajalah. Eh, belum punya calon mertua? yaudah kirim paket ke calon gebetan dulu aja biar cepet naik level jadi pacar nggak gebetan muluk.

Grab Express Experience


Masih dalam misi untuk menggeber pangsa Grab expres Jawa tengah, team mereka sekarang ini rajin bikin acara kecil tapi rutin dari tempat satu ke tempat lain. Kemaren kita baru selesai bikin Grab Expres Experience di Swalayan ADA Banyumanik dengan ngadain lomba Make Up. Menariknya dari lomba make up itu adalah peralatan make up yang ditaruh jauh dari lokasi perlomban dan peserta harus mengambil alat make up-nya dengan Grab Expres. Jadi Experience menggunakan Grab Expresnya langsung kena. Kerenlah teamnya Grab ini.

Selain ngadain lomba make up, team mereka juga sosialisasi dan langsung mengajak para pengunjung swalayan yang belanja banyak dan repot bawanya ditawarin untuk langsung menggunakan Grab Express.


Masih sambil make up dan sosialisasi penggunaan Grab Expres itu kita dihibur live musik juga yang langsung diboyong dari Jogja.


Sorenya setelah perlombaan selesai dan  pemenang sudah diumumkan, kayak biasa foto keluarga adalah wajib hukummya disetiap acara.

Jagi begitu info baik yang bisa gue share kali ini, semoga bermanfaat. Jangan lupa pakai Grab Expres untuk ngirim paket apa aja dan buat siapa aja. Buat uji coba kirim barangnya, boleh deh kirim makanan buat gue pakai Grab Expres lhoh ya!! Untuk alamat, japri lewat email aja yes. Kalau gue share di sini, gue nggak siap ngadepin banjir kiriman dari fans nanti.





Read More

Share Tweet Pin It +1

7 Comments

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Cari Blog Ini

INSTAGRAM

href="https://www.instagram.com/irasulistiana/?hl=id" target="_blank">