In catatan isul Lifestyle

Tren Pernikahan 2017

Foto ini saya ambil dari hasil foto Prewed abang saya, dari Seoul Galery
Setiap kehidupan manusia pasti melalui fase-fase tertentu yang harus dilalui. Kayak fase alay misalnya, fase jaman kapan tahu yang posting status FB ala-ala, juga foto-foto jaman kapan tahu yang sekarang masuk kategori iuhh banget. Atau jaman pakai baju yang pada saat itu IN banget tapi kalo dipakai saat ini jadi freak banget.

Selain fase alay tadi juga pasti setiap orang melalui yang namanya fase ana-anak, remaja, dewasa juga tua.Cuman yang saat ini pernah gue lalui ya fase anak-anak, remaja dan menuju dewasa. Fase dewasa yang mungkin sebagian orang ditandai dengan pernikahan dan posting kali ini mari kita bahas fase menuju dewasa. Pernikahan,eheemm...


Soal pernikahan itu, beberapa waktu yang lalu gue nemu infografik dari tirto yang menyajikan tentang tren pernikahan 2017. Diulas dalam info itu tentang lama pertunagan, pengeluaran biaya nya juga pihak mana yang menanggung anggaran pernikahan tersebut. Datanya lumayan buat patokan yang udah pacaran lama banget pacaran atau boleh lah yang baru pacaran dan berencana ke pelaminan. Gue? jangan ditanya dulu lah, mau fokus nyari pasangannya dulu aja.

Sumber dari tirto.id

lama Pertunangan 

Angka paling besarnya ada di jenjang waktu 7 sampai 12 bulan nikah setelah bertunangan. Angka tersebut kalau dipersenkan mencapai 40% yang artinya mayoritas. Dan memang sebaiknya jarak ideal waktu dari pertunangan menuju penikahan ya ada di angka 7 bulan sampai 12 bulan itu sih. Selain masih ada banyak waktu buat nyiapin urusan pernikahan juga masih bisa mengenal pasangan lebih dekat setelah bertunagan. Buru-buru banget nggak enak, kelamaan juga nggak enak. Pas lah kalau angka ini. Tapi ada juga yang menikah tanpa bertunangan. Kecil sih, cuman 5,6%. Bagi  mereka yang percaya kalau nikah nggak ada perlu tunangan. Tunangan itu hanya sebatas proses menuju pernikahan, misalnya itu dihilangkan juga nggak berpengaruh besar dengan prosesi pernikahan. 

Jumlah Undangan & Anggaran

Nah ini yang terpenting dari acara resepsi pernikahan. Menentukan jumlah Undangan dan anggaranya. Dari tabel di atas, untuk undangan terkecilnya kurang dari 50 undangan aja udah di kisaran 25 juta sampai 45 juta. Padahal rata-rata tamu pengantin aja bisa sampai 200 atau 300 an, lihat di tabel deh kalau tamunya segitu berati perkiraan biaya yang harus dikeluarkan 70 sampai 150 jutaan. Kalau lebih budget juga pasti nambah lagi.  Kalau mengacu pada data diatas untuk tamu undangan lebih dari 1000 tamu mungkin yang anak pengusaha atau pejabat yang kenalan nya banyak dan punya banyak stok kenalan banyak. 

Rincian Pemakaian Anggaran

Dari data yang disajikan diatas pemakaian anggaran terbesarnya masuk ke catering dan dekorasi. Masuk akal sih mengingat dua item itu cukup penting. Sebenernya untuk anggaran ini fleksibel sih, bisa tambal sulam misalnya untuk vidio dan foto atau untuk rias nya. Mungkin bisa dikurangin untuk prewed nya, kalau nggak terlalu penting baget bisa di cut. Atau kalau enggak, bisa pakai jasa studio foto yang masih midle lah, nggak harus yang sampai 10 jutaan. 

Penyedia Anggaran

Penyedia anggaran terbesarnya tentu pengantinya meskipun kadang dibantu sama orang tua. Jadi kesimpulanya adalah nikah nggak butuh cinta aja, tapi juga butuh tabungan..

Rekomendasi vendor pernikahan area Semarang

Sebenernya ada banyak vendor di Semarang yang bisa dihubungi untuk membantu gelaran resepsi pernikahan sih, gue sendiri juga belum pernah nyari buat ngurus pernikahan sendiri. Tapi beberapa rekomendasi teemen yang udah pernah pakai dan juga hasil nyari di internet, ini beberapa vendor pernikahan di Semarang.


3. Sanggar Rias Pengantin PANDANWANGI
Jl. Lamongan Raya No 8 Semarang
024-70550659,
08122557768,087831111833,085740921333
Pin BB 7CFB4F9E

4.  Sanggar Dekorasi MUDO ASRI
Mas Mudo
Syailendra Residence no 30 Banyumanik Semarang
081228987373,081393339472

5. Wedding Organizer de Manten
Mas Bhayu Ajie
Srondol Bumi Indah Blok O no 5 Semarang
0816656153, 081901072005
Pin BB 2B9183E8
WA 0816656153
Harga paket sekarang :  mulai dari Rp. 15 juta.

6.  www.paketnikah.id












Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In catatan isul review

LOT28 Menambah Daftar Tempat Nongkrong Asik di Semarang


Diambang malam, terpaku ku menantap
Ku hampar indah senyum, ku lukiskan kenikmatan saat nanti ku kecup
Sosok idaman selalu setia menemani
Terukir indah namanya dalam hati
Malam hingga pagi, tiada sempurna serasa saat belum menikmati
Semilir tiupkan aroma khas dari wujud mu
Asap-asap lembut mu terbang menggugah rasa
Gambarkan kenikmatan saat mengecupmu hadirkan rasa nan istimewa
Tentram rasa damai di jiwa
Saat paras mu membakar jenuh
Rangkaian nikmat kini bersama saat paras mu alirkan peluh
Malam yang ku nikmati
Si hitam manis siap tersaji, sunyi senyap menghilang pergi
Saat secangkir KOPI hadir menemani...

Secangkir Kopi oleh Anderline BLPN 270914

...............................................................................................................................................................
Opening nya romantis banget ya pakai bait puisi, walaupun bukan puisi buatan sendiri sih semoga nggak gagal buka postingan kali ini. Gitu sih, anaknya sok nggak mau  bikin opening posting blog yang biasa-biasa aja. Tapi jatuhnya ya tetep nggak istimewa istimewa juga sih.

Soal opening itu penting karena itu yang nentuin orang mau lanjut baca tulisan kamu lagi apa enggak. Makanya opening ini krusial banget. Masalahnya adalah, opening yang sok-sok pakai kalimat bijak kalau seringan dipakai juga rada repot mengingat ini blog bukan blog motivasi. 

Eh, ini blog apa ya? campur-campur gini ini isinya ,,, haha

It's Okay, abaikan opening yang berantakan diatas. Paling tidak ada upaya untuk membuat tulisan ini terus dibaca sampai akhir. Hargain upayanya ya, hihi
Paling tidak juga opening puisi nya nyambung kok sama tema postingan kali ini. KOPI..

Ngomongin soal kopi ada tempat kopi baru di Semarang nih, kemaren baru aja diundang untuk soft opening nya. LOT28. Ada yang udah tahu ? Sebenernya ngga pyur cofee shop sih, resto mungkin lebih tepatnya mengingat varian menu nya yang nggak fokus ke menu kopi kopian aja.


Kapan hari sebelum undangan soft opening itu datang sebenernya aku udah kesana sih, kebetulan yang pegang branding tempat itu temen sendiri jadi udah nyolong start duluan. Secara desine bangunannya dari luar kelihatan megah banget, aku suka. Begitu masuk ke dalam, lebih suka lagi. Gimana ya jelasin design interiornya, nggak terlalu paham sih daripada salah coba cek gambar-gambar dibawah ini. Nanti minta tolong disimpulin gaya interior nya. -lah kok ngasih PR yang baca ya, haha-


Itu pintu masuk dari samping, aku suka gaya jendela-jendela besarnya itu. Ngasih kesan nggak berbatas dan clean sih menurut ku. Selanjutnya ayo kita lihat sudut demi sudut lainya.


Ini sudut satu-satunya yang pakai sofa. Kalau mau makan-makan besar bareng temen arisan, pojok yang disini nyaman banget sih. Makan sambil gegosipan gituu..


Kalau pojok ini mungkin lebih santai, bisa buat rame-rame ketemu sambil nyemil dan tentu kalau ketemu nggak seru tanpa gegosipan. Jadi walaupun ngga ber sofa masih tetep nyaman kok buat gegosipan panjang. Aku suka meja nya sih, seru buat foto makanan dari atas. Instagramble banget.


Pojok ini bisa dipakai buat belajar kelompok kali ya, tapi kalau bawa laptop dan butuh banget colokan jangan disitu sarannya.


Di kumpulan kursi tengah ruangan ini cocok buat yang bawa laptop dan butuh colokan.


Mana seger pula depannya ditumbuhi tanaman asli yang bisa berbagi oksigen bareng. Enak buat duduk sambil nyeduh teh dan ngerjain sesuatu di laptop. Deadline tulisan mungkin, atau nyekripsi mungkin. Tanaman yang ada di tengah meja itu bantu banget buat bikin fresh pikiran.


Atau yang nggak terlalu suka gerombolan gitu bisa pilih pojok ini, sambil ngopi bisa nikmati jalanan di luar. Sambil buat ngerjain sesuatu di laptop oke juga sih, cuman yang pojok itu nggak ada colokan.


Atau yang mau cuman berduaan dan nggak mau terlalu diganggu bisa memilih pojokan ini. Asik kok bisa sambil ngobrol ringan sama gebetan sambil lihat lalu-lalalng kendaraan di jalan.


Gimana? seru ya tempatnya, nggak terlalu banyak ornamen aneh-aneh tapi tetep cantik dengan porsinya. Simple tapi menarik. Secara keseluruhan design nya aku suka sih.

Soft Opening Bareng Bloger


Undangan yang masuk ke email ku tentang soft opening itu tanggal 3 Agustus jam 15.00 wib dan alhamdulilah aku bukan orang yang sering nelat kalo datang ke acara atau janjian. Jadi sebelum jam 3 sore udah disana bareng beberapa bloger lainya yang diundang juga. 


Acara dibuka dengan bosa basi MC kemudian diperkenalkan sang owner, bapak Edward yang ternyata juga pemilik Goodfelas resto itu. Selain memperkenalkan diri, si pemilik juga memperkenalkan sedikit tentang LOT28 yang ngambil angka 28 nya dari nomor alamat bangunannya. 28 disini juga memiliki makna lain yakni 2 rasa 8 cerita dengan penjelasan 2 rasa itu ada dua pilihan antara mau ngopi sambil nyemil dan ngobrol ringan atau resto makan besar sambil arisan dan teman gegosipan tadi. Sedangkan 8 ceritanya sendiri ya dari dua pilihan itu pasti ada cerita terkandung didalamnya. Harapannya sih nggak cuman 8 aja ceritanya, tapi yang banyak. Cuman ya disambung-sambungin sama angka 28 tadi boleh lah.

Selain bahas soal 28 tadi bapak Edward juga menjelaskan tentang kelebihan dari LOT28 itu diantaranya tentang 2 pilihan tadi mau cofeshopnya atau restonya karena secara menu mendukung semua. Mereka punya banyak pilihan menu kopi-kopian dan makanan besar lainya dengan harga ya medium banget. -Harga ini saya keep sampai akhir cerita ya-

Tapi FYI, untuk kemasan tempatnya yang cantik begitu dengan rate harga yang ada di menu menurut ku worthed sih. Kemasan Premium harga medium isi maksimum. Itu kelebihan yang HQQ dari sebuah tempat nongkrong slash makan jaman sekarang kan. Bener apa bener?? 


Setelah pak Edward selesai, acara dilanjut dengan demo kopi. Sudah disiapkan peralatan dan baristanya lengkap. Barista yang memperkenalkan namanya Gigih tersebut akan meramu kopi Bali Kintamani. Dan setelah ramuan nya jadi kopi Kintamani tersebut muter diicip para tamu undangan yang datang. Aku pas ngga kebagian ngicip sih, yaudah relakan. Kali lain bisa kesana lagi kan.

Dan setelah demo kopi berakhir kita dipersilahkan untuk menikmati jamuan yang udah ada di meja sejak kita tiba. Mari kita pamerkan lagi satu-persatu menu yang kemaren kita icip-icip..


Ini mie goreng ayam mewakili menu kategori Asia. Harganya cuman 15.500. Kaan apa dibilang? Kemasan Premium isi maksimum harga medium kaan? Kelebihannya adalah Harga nya seharga mie goreng tenda-an, tapi kamu masih bisa gegayaan. Minimal pepotoan buat nambah isi instagram sih. kan lumayan. Kalau untuk rasa masih aman sih. Bumbunya nggak berlebihan, sayurnya banyak, acarnya enak dan bawang goreng nya duh itu istimewa. Kayak ada kriuk-kriuknya.


Chicken Cordon Bleu ini mewakili menu masakan western tentunya. Harganya 25.500 untuk ukuranya keliatan kan? gede-gede. Cuman untuk rasa maaf, ku tak  bisa menjelaskannya karena kehabisan waktu icip-icip. 


Ini Pizza Lot28 mewakili menu Pizza. Harganya 40.900. Rasanya ku suka karena rotinya ngga tebel-tebel banget dan masih da teste krispi-krispinya, toping nya banyak danberasa banget. Recomended sih ini.


Kalau yang ini BBQ Chicken Burger. Mewakili western harganya 27.800. Ukurannya udah keliatan kan gede, penuh banget. Bikin kenyang yang pasti. Rasanya untuk BBQ Chicken nya kuat banget rasanya. Potongan ayam nya juga tebel. recomended juga yang ini.


Ini Chicken Teriyaki don, harganya 23.000. Dibawahnya ada nasi yang isinya cukup bikin kenyang juga ptongan ayamm nya gede kan?


Nasi campur ini mewakili Asian food nya. Eh BTW kok harganya nggak ada di catetan ku ya, hihi
Coba kesana deh dan pesen nasi campur ini biar tahu sendiri berapa harganya. Ini enak juga kok, cuminya berasa banget bumbunya. Telor baladonya juga. Indonesia banget pokoknya yang ini.


Nasi Goreng Tongseng ini mewakili Asian food juga. Harga nya cuman 22.000 dan rasanya boom banget. Rasa bumbu tongseng nya kuat banget manalah potongan daging kambingnya banyak juga. Apalagi makanya sambil pakai acar, duh sensasi asam tapi segar.


Ini kulit ayam mewakili cemilan, Krispi dan bumbunya berasa. Masih ada beberapa lagi menu yang kemaren kita icip sebenrnya, tapi sayang nya nggak semua kefoto. ya gimana ya kalap sama makanan sampe lupa moto satu-satu dulu baru makan sih. Maafkan. Emang belum siap jadi food bloger sih ya..


Kalau dari kategori minuman ini nih primadonnaya. Greenlight, seger banget pakai sparkling gitu. Tambahan natadecoco dan buah cerinya. Harga cuman 15.500


Nah kalau yang ini rednation. Sama sih pakai sparkling juga tapi ini ada tambahan fload, jadi menurut ku kalo adu seger masih menang greenlight. Harganya 16.500. Beda dikit karena ketambahan fload nya tadi, hihi

Menu minuman lainya kayak kopi kopi an kemaren yang keluar capucino sama cafe latte. Nggak aku foto sih ya karena kopi ya gitu2 aja yang paham dunia ke-kopi-an. yang bikin menarik palingan latte art nya. Untuk rasa ya nggak perlu aku jelasin juga kan rasa capucino kayak gimaa..intinya kalo kopi rata-rata teste nya sama. Kalau pun ada yang beda paling ngga jauh banget tergantung dari baristanya saat ittu. Bener gitu nggak sih? takut salah aku ngomong ke-kopi-an ini.

Dan yang terkahir biar total infonya, ini ada foto menu plus harga nya




Tahu harus ngapain kan setelah baca ini? yup, segera agendakan ke LOT28 bareng rombongan teman.

Read More

Share Tweet Pin It +1

9 Comments

In catatan isul Jalanjalan

Legenda Batik Nusantara : Batik Pesisir Pekalongan


Masih dalam rangkaian acara APNE 2017 yang diselenggarakan oleh pemerintah kabupaten Pekalongan dalam rangka mengenalkan pesona wisata Petungkriyono,  BACA SINI hari ke dua ini kita diajak jalan-jalan di padepokan batik pesisir milik bapak Failasuf. Seorang pengusaha batik di Kabupaten Pekalongan yang concern mengembangkan batik pesisir-an. 

Dari berbagai sumber yang saya kumpulkan, motif batik pesisir sebenarnya memperlihatkan gambaran yang berbeda dengan motif batik keraton. Batik pesisir lebih bebas serta kaya motif dan warna. Mereka tidak terikat dengan aturan keraton,  tetapi memiliki sedikit nilai filosofis. Motif Batik pesisir berupa tanaman, binatang, dan ciri khas lingkungannya.


Warnanya ramai biar kelihatan lebih menarik. Batik pesisiran banyak menyerap pengaruh luar, seperti pedagang asing dan para penjajah. Warna-warna cerah seperti merah dipopulerkan oleh etnis Tionghoa yang juga mempopulerkan corak phoenix.

Tidak seperti motif batik jogja atau motif batik solo, motif batik pesisir didominasi dengan corak bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal, seperti motif batik bunga tulip dan juga benda-benda yang dibawa oleh penjajah. Misalnya gedung, kereta kuda, meriam, atau pun kapal. Warnanya pun tergantung dari kesukaan mereka, seperti warna biru, merah.

Batik Pekalongan

Batik Pekalongan termasuk motif batik pesisir yang paling kaya akan warna. Sebagaimana ciri khas batik pesisir, ragam hiasnya biasanya bersifat naturalis. Kalau dibanding dengan batik pesisir lainnya, motif batik Pekalongan ini sangat dipengaruhi pendatang keturunan Cina dan Belanda.



Motif batik Pekalongan sangat bebas dan menarik, walaupun motifnya kadang sama dengan motif batik Solo atau Yogyakarta, sering kali dimodifikasi dengan variasi warna yang atraktif. Walaupun tidak ada catatan resmi kapan batik mulai dikenal di Pekalongan, diduga batik Pekalongan sudah ada sekitar tahun 1800. Referensi dari sebuah blog yang saya baca tentang sejarah batik pekalongan -fatinia.com-, ada data yang diperoleh Deperindag Pekalongan, bahwa motif batik itu ada yang dibuat tahun 1802.

Namun, perkembangan yang signifikan diperkirakan terjadi setelah perang besar pada tahun 1825-1830 di kerajaan Mataram yang sering disebut dengan perang Diponegoro atau perang Jawa. Dengan terjadinya peperangan ini mendesak keluarga keraton serta para pengikutnya meninggalkan kerajaan.

Mereka kemudian tersebar ke arah Timur dan Barat. Kemudian di daerah-daerah baru itulah, keluarga kerajaan dan pengikutnya mengembangkan batik. Ke timur, batik Solo dan Yogyakarta menyempurnakan corak batik yang telah ada di Mojokerto serta Tulungagung hingga menyebar ke Gresik, Surabaya, dan Madura. Sedang ke arah barat, batik berkembang di Banyumas, Kebumen, Tegal, Cirebon, dan Pekalongan.

Dengan adanya migrasi ini, maka batik Pekalongan yang telah ada sebelumnya semakin berkembang. Para pengikut pangeran Diponegoro yang menetap di daerah ini kemudian mengembangkan usaha batik di sekitar daerah pantai ini, yaitu selain di daerah Pekalongan sendiri, batik tumbuh pesat di Buawaran, Pekajangan, dan Wonopringgo.

Batik Pekalongan menjadi sangat khas karena bertopang sepenuhnya pada ratusan pengusaha kecil, bukan pada segelintir pengusaha bermodal besar. Sejak berpuluh tahun lampau hingga sekarang, sebagian besar proses produksi batik pekalongan dikerjakan di rumah-rumah.

Akibatnya, batik Pekalongan menyatu erat dengan kehidupan masyarakat Pekalongan yang kini terbagi dalam dua wilayah administratif, yakni kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Keistimewaan batik Pekalongan adalah, para pembatiknya selalu mengikuti perkembangan zaman. 
Sementara itu batik Pesisir Pekalongan memiliki corak dan komposisi warna yang lebih kaya. Corak batik biasanya disesuaikan dengan keadaan daerahnya. Seperti batik Pesisir Pekalongan, simbolisasi motifnya pun bernuansa pesisir. Misalnya motif bunga laut dan binatang laut.

Belajar Membatik di Padepokan Batik Failasuf

  Terus terang saya belum pernah benar-benar tahu proses membuat batik. Padahal di Semarang sendiri ada kampung batik dan bisa belajar disana, tapi dengan segala alasan pembenaran jadi belum sempat belajar kesana. Jadi kesempatan berkunjung ke padepokan kemarin tidak saya sia-sia kan untuk mempelajari proses membuat batik. 


Proses pertama yang harus dikerjakan adalah menggambar pola. Setelah pola digambar selesai, baru masuk ke tahap pembatikan. Jadi pola yang tadi masih pakai pensil atau bulpoin digambar lagi dengan lilin. Itulah proses batiknya.


Nah setelah proses pembatikan ini selesai, masih ada tahap lagi namanya Nglowongi, nglembuti dan mopokin. Maksutnya itu mengisi bagian-bagian dari pola batik yang masih kosong. Jadi diberi warna-warna lagi.


Jadi kira-kira beginilah setengah proses dari nglowongi, nglembuti dan mopokin. Setelah ini semua selesai masih harus diperiksa lagi sama QC atau Quality Control. Jadi semacam proses pengecekan apakah masih ada yang perlu diperbaiki apa tidak, mungkin batikanya ada yang keluar-keluar dari garis dan sebagainya. Intinya proses QC ini pengecekan kualitas batik sudah layak masuk pencelupan warna apa belum. Jika sudah layak maka masuklah ke proses pewarnaan.


Dalam pewarnaan ini masih ada tiga proses lagi yang harus dilalui. Pertama ini proses pewarna pertama yang menggunakan pewarna alami dari tumbuhan. Kemudian setelah cukup kering proses pewarnaan ini sendiri dilanjutkan dengan pematian warna atau mengunci warna biar warna nya ngga luntur. Kalau ini menggunakan zat kimia. Terakhir setelah pematian warna ini adalah proses plorotan atau proses membuang lilin nya dengan cara direbus.


Setelah proses plorotan selesai maka batik sudah bisa dikatakan selesai dan tinggal menjemur. Begitu kira-kira proses membuat batik dari yang saya pelajari di padepokan batik milik bapak failasuf. Rumit sih prosesnya, butuh ketlatenan dan kesabaran. Itulah salah satu nilai yang membuat batik tulis sendiri mahal harganya. Karya seni yang luar biasa.

Peluncuran Batik Motif Petungkriyono karya Bapak Failasuf

   Setelah kita selesai belajar membuat batik kemudian kita dikumpulkan lagi ke pendopo dan sudah ada bapak bupati kembali menyambut ditemani dengan bapak Failasuf. Tentang penyambutan itu masih seputar berbagi informasi tentang batik pesisiran Pekalongan dan upaya pemerintah kabupaten untuk memperkenalkan batik pesisiran secara Internasional. Salah satu upaya itu yang baru-baru ini dilakukan pemkab adalah dengan membuat sebuah film dokumenter tentang sejarah legenda batik nusantara pada bulan Juli lalu dan rencananya hasil film tersebut akan diputar oleh UNICEF.

Dalam kesempatan yang sama, bapak Failasuf juga memperkenalkan kita karya terbarunya yakni batik dengan motif hutan Petungkriyono yang sudah dibuatnya sejak sebulan yang lalu, itu pun masih belum selesai dan masih dalam tahap pembatikan. 


Batiknya menggambarkan tentang kondisi georafis Petungkriyono yang didominasi hutan dan pegunungan. 

Selain memamerkan karya batik Petungkriyono, bapak Failasuf juga memperkenalkan karya lainya dalam gelaran parade batik yang dikenakan langsung oleh model dan acara sesi foto bersama para model tersebut menjadi penutup acara pada siang itu.


 Karena sudah lama murtad dari dunia fotografi, jadi nggak banyak ngarep di sesi foto kali ini. Foto sedapatnya aja


Berakhirnya acara explore batik pesisiran di padepokan batik milik bapak Failasuf tersebut mengakhiri juga rangkaian acara APNE 2017 kemaren. Pengalaman yang luar biasa bertemu dengan 80 orang hebat dan belajar dari kehebatan mereka masing-masing. Saya jadi bener-bener ciut diacara kemaren karena saya masih merasa amatiran dalam bidang yang membawa saya ke sana, blog. Tapi bagaimanapun itu yang terpenting adalah proses belajar yang tidak pernah berhenti. Acara kemaren adalah ladang belajar buat saya pribadi, terimaksih APNE 2017. Semoga kedepan menjadi acara tahunan yang terus membawa misi memperkenalkan pesona wisata daerah lainya.







Read More

Share Tweet Pin It +1

10 Comments

In catatan isul Jalanjalan

Surga Tersembunyi di Petungkriyono Kabupaten Pekalongan





Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman. Tentang lirik lagu "Kolam Susu" milik Koes Plus itu emang benar adanya. Kita patut bersyukur untuk karunia itu karena kenyataanya Indonesia memiliki banyak surga tersembunyi di dalamnya. 

Soal surga tersembunyi itu sendiri ada banyak daerah-daerah pedalaman di Indonesia yang menyimpaan keindahan dan patut kita sebut surga. Kabupaten Pekalongan misalnya yang ternyata memiliki pesona eksotis hutan ekowisata. FYI Ekowisata merupakan salah satu kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal. Masih belum banyak yang tahu kalau ternyata Petungkriyono, sebuah kecamatan yang ada di kabupaten Pekalongan memiliki hutan konservasi dan curug yang  patut dijadikan destinasi wisata kala liburan tiba.

Kenyataan tentang surga yang tersembunyi itu saya dapat dari sebuah pengalaman bergabung dalam sebuah event Amazing Petung Nasional Explore atau APNE 2017.  APNE 2017 sendiri diadakan oleh pemerintah kabupaten Pekalongan untuk memperkenalkan sektor pariwisatanya yang berpusat di Petungkriyono. Lokasi Petungkriyono sendiri memang sedikit jauh dari kota Pekalongan, jaraknya kira-kira 23 km. Dari kota pekalongan bisa menggunakan kendaraan apa saja menuju kecamatan Doro kabupaten Pekalogan yang kemudian perjalanan bisa diteruskan dengan Anggun Paris atau Angkutan gunung pariwisata.

Begini penampakan Anggun Paris nya. Maksimal penumpang 15 orang dengan tarif sekali jalan bolak balik 500 ribu.
Sebenernya perjalanan menuju curugnya juga udah bisa dibilang surga sih kalau memperhatikan kanan dan kiri jalan yang rindang dengan  tumbuhan yang saat ini masih menjadi konservasi oleh beberapa peneliti. Orang menyebutnya hutan Sokokembang, merupakan habitat asli Owa Jawa. Selain Owa ada juga kera, lutung dan juga macan tutul tinggal disana. Selain itu kawasan hutan Sokokembang itu juga memiliki keragaman flora yang diperkirakan ada lebih dari 250 species hidup di sana.

Sebagai orang yang tinggal di kota melihat yang demikian adalah sesuatu yang masih langka. Hutan disana masih sangat dijaga kelestariannya, dan merupakan satu-satunya hutan terluas di pulau jawa. Itu nggak heran kenapa Petungkriyono mulai disebut sebut sebagai paru-parunya pulau Jawa. Jika datang kesana dan menggunakan mobil dengan atap terbuka -aka Anggun Paris- maka akan terasa udara yang sangat segar tanpa polusi. Hawa-hawa yang dingin, sepanjangan perjalanan bahkan kita bisa sambil menghirup wewangian bau berbagai macam tanaman. Suara-suara kicauan burung dan jangkrik menambah perjalanan menjadi semakin menarik.  Bahkan menurut cerita lokal guidenya jika beruntung kita bisa bertemu macan atau kijang di tengah jalan. Semacam kejutan gitu ya kalau bisa ketemu dijalan, hihi

Soal kejutan itu kita dapat juga kejutan sambutan di pintu masuk Petungkriyono.


Sambutan berupa penari dari panitia dan jamuan kopi dari warga setempat. Karena kopi salah satu andalan hasil bumi warga sana. Di Petungkriyono ada dua macam kopi yang terkenal , kopi Petung dan kopi Owa. Tentang kopi Petung itu adalah jenis kopi arabika yang dihasilkan dari desa Kasimpar sampai desa Yosorejo yang memiliki ketinggian lebih dari 1500 mdpl. Secara jenis kopi arabika emang bisanya tumbuh di daerah yang tingginya lebih dari 1500 mdpl. Sedangkan kopi Owa jenis kopi robusta yang dihasilkan dari desa berada di ketinggian kurang dari 1500 mdpl. Kopi Owa sendiri bukan semacam kopi luwak yang hasilnya bijinya dari kotoran binatang itu ya, dinamakan kopi Owa karena hasil penjualan kopi itu sebagian untuk biaya konservasi hewan langka yang ada di Petungkriyono itu.
Soal rasa kopinya sendiiri enak lah, saya sampai habis empat gelas kopi. Antara haus dan rakus ya itu.

Kembali lagi ke APNE, acara APNE yang diadakan ditahun pertamanya ini Ada 80 peserta yang terdiri dari para bloger, fotografer dan droner  dari berbagai daerah yang diajak berkeliling dari satu lokasi ke lokasi wisata lainya. Mau tau apa aja itu, yuk baca sampe habis postingan ini dan rasakan sensasinya..

1. Curug sibedug


Curug ini masih masuk wilayah Desa Kayupring, masih dalam kawasan ekowisata Petungkriyono Kabupaten Pekalongan. Curug ini cukup unik karena memiliki dua aliran air terjun di sisi kanan dan kiri dengan ketinggian air kira-kira 20 meter. Airnya dingin tentu saja mengingat cuaca disana yang juga dingin, tapi menyegarkan.


Posisi curug ini yang berada persis di samping jalan juga menguntungkan karena tidak perlu berjalan jauh dari parkir kendaraan. Bahkan bisa hanya sekedar menikmatinya dari jalanan karena air terjun nya pun tidak begitu jauh dari jalanan. Tapi masak iya cuman liatain aja ngga mau mampir main-main airnya. kan sayaannng...


Ini salah satu potret keseruan mengexplore curug ini, sampai ada yang rela jejeguran kebawah. Kalau explore kudu total emang nggak boleh setengah-setangah.

2. Jembatan Sipingit
    Sebelum sampai di jembatan Sipingit, kita sempet mampir di area peswahan yang sayang buat dilewatkan buat sekedar pepotoan. Spotnya cantik dan minta difoto banget. Terbiasa jalan di perkotaan yang kanan kirinya gedung tambah asap kendaraan, lihat yang begini semacam ada di dunia lain sih.




Kesegaran udara dan kecantikan view alamnya harus dinikmati bener-bener sebelum kembali ke dunia nyata.

Perhatikan pojok kiri atas, nah itulah jembatanya.
Jadi sebenernya jembatan ini bukan salah satu tujuan utama wisata disana, justru sungainya lah yang dijadikan wahana untuk rafting. Tapi dari penyelenggara APNE 2017 sendiri tidak menjadwalkan untuk rafting jadi tempat ini sayang kalau hanya dilewatkan begitu saja. Sekedar pepotoan dengan gemercik air yang ada disana masih sangat bisa buat nambah koleksi foto di Instagram kok. Foto di jembatanya dengan background sungai juga oke. Tapi yang masih belum terima hanya pepotoan di atas memutuskan turun sampai ke kolong-kolongnya juga ada.

keseruan para peserta APNE 2017 yang sedang mengabadikan aliran sungai dibawah jembatan Sipingit


3. Welo River



Tidak jauh dari jembatan sipingit tadi, masih ada destinasi lagi dan ini nggak kalah menariknya buat berburuan foto. Welo river ini ada banyak yang bisa dijadikan spot hiburan kalau dibilang foto-foto itu menghibur. Dari gerbang depan aja udah keliatan ada spot foto lope lope gitu kan.


Spot foto dengan lambang-lambang hati ini emang sekarang nasionalis banget ya, dimana-mana udah ada. Tapi yang di sini unik karena lambang hatinya ada tigaa. -nggak ada hubungannyya- ciaatttt


Kalau lambang hati tadi terlalu mainstream, coba spot foto yang ini.


Selain spot-spot foto tersebut, di welo river ini ada fasilitas rafting juga dengan jalur yang melewati jembatan sipingit tadi. Jangan khawatir mereka juga menyewakan peralatan rafting. Harga sewanya untuk river tubing 75.000, river tracking 60.000, body revting 35.000, sewa pelampung/ban 10.000.

4. Curug Bajing



Sebelum bertemu dengan curug bajingnya kita akan disambut terlebih dahulu dengan spot foto yang sayang juga buat dicuekin gitu aja. Biar kekinina, boleh kok ikut gegayaan di spot-spot ini. Tetep, spot nasionalisnya lope lope masih ada juga.  Tapi yang ini luar biasa karena berlatar belakang langsung curug Bajingnya.

Bisa foto dengan latar belakang gunung kayak gini 

Atau yang sedikit menantang adrenalin kayak gini, foto berdiri diatas jurang
Sebenarnya ada satu spot lagi yaitu rumah pohon, tapi karena saking takjub dengan pemandangan yang ada di sana jadi lupa buat foto rumah pohonya padahal udah naik dan ngambil beberapa foto diatas sana.

Ini hanya sebagian spot yang bisa ketangkap lensa kamera, kalau mau dipamerin semua ngga cukup tematnya.
Dan inilah penampakan dari primadona wisata di Petungkriyono, curug Bajing..



Lokasi curug ini ada di desa Tlogopakis. Curug Bajing ini termasuk lokasi wisata yang pertama kali dikembangkan oleh masyarakat setempat. Diceritakan Asal mula nama bajing ini konon diambil karena tempat ini dijadikan persembunyian oleh para bajingan. Tinggi air terjung curug ini kurang lebih 100 meter.

5. Curug Lawe
  Setelah selesai explore curug bajing perjalanan dilanjut lagi ke curug Lawu. Tapi secara lokasi sebenernya jauh curug Bajing daripada curug Lawe ini. Hari sudah mulai sore dan agak gelap karena kabut sudah turun, tapi yang luar biasa saat sampaii disana adalah penyambutannya.


Sambutan selamat datang dari warga lokal dengan tarian Pesona Petungkriyono ini sedikit mengurangi rasa lelah setelah seharian maraton dari lokasi satu ke lokasi lainnya. Saking semangatnya para penari ini menyambut kita membuat beberapa peserta APNE 2017 juga ikut menari bersama mereka..


Semacam bikin flasmob baru gitu, dan beberapa yang nggak bisa ikut menari karena tempat sudah penuh hanya bisa mengabadikan meoment ini dengan kameranya masing-masing.


Setelah penyambutan tarian itu kemudian kita istirahat sebentar sambil isi amunisi baru dengan makan. Sambil makan ini kita disambut kembali dengan wakil bupati, ibu Arini Harimurti. Setelah sambutan dan sedikit hiburan live musik dari warga lokal juga itu kegiatan mulai sedikit ngeblank. Harusnya emang ke curug lawe tapi hari udah bener-bener gelap dan mungkin kebanyakan dari kita udah kehabisan tenaga untuk jalan kaki menuju curug lawe yang diperkirakan sampai 3 km. Jadi kegiatan yang asik untuk mengisi kekosongan itu saya hanya candid candid beberapa yang menarik saya ambil gambar.

agak sedikit maksa sih, soalnya lensa ngga nyampe buat ngrekam si mas ini sedang moto siapa. Tapi kalo saya masih lari-lari nyari angel ya bakal kehilangan momentnya. 
dan mas ini yang entah tatapannya semacam iri sama masnya yang diatas karena saya candid mulu, jadi saya candid juga. sebenernya mas ini lagi liatin objek yang difoto sama mas yang diatas sih, hihi
Ini loh yang dari awal jadi fokus mas mas diatas

Jadi kegiatan mengexplore curug Lawe nggak kekejar karena waktu emang nggak memungkinkan dan habis buat saling candid kayak gitu. Tapi ada beberapa peserta lainya yang berhasil mengexplore sampai ke hutan-hutanya dalam. Sempet nyari tahu tentang curug lawe itu kayak gimana dan seperti inilag gambaran curugnya

Foto ini diambil dari sebuah blog jalan2.com
Keren ya, harusnya karena itu spot terakhir bisa buat jejeguran juga di airnya. Tapi waktu yang tak mengijinkan kita. Selain spot curugnya, disana juga ada spot foto rumah pohon juga.

foto ini diambil dari blog jalan2.com
Itu sedikit lebih extrim sih rumah pohonya tanpa ada penahan atau pegangan di kanan kirinya. Tapi buat yang suka main adrenaline patuut dicoba. Viewnya dari sana bagus banget sih tapi, sayang ngga bisa sampai sana kemaren. Lain waktu harus kesana buat explore lagi. Emang nggak cukup sehari aja buat explore Petungkriyono. Harus disana mungkin dua atau tiga hari sambil ngecam. Itu ide menarik juga ya, bisalah diusahain kesana lagi.

Masih mau ngabisin liburan cuman jalan-jalan seputaaran kota? ngemall? ke pantai lagi?  duh ketinggalan jaman. Sesekali harus merasakan liburan alam kayak gini, selain baik untuk kejiwaan karena disini banyak banget sumber ketenangan jiwa juga bisa menambah religius dan rasa syukur kita. Selama perjalanan pikiran kita akan dibuka dengan hal-hal yang nggak kita temui di kota, sesuatu yang perlu kita syukuri adalah kita masih memiliki hutan cantik ini ditengah krisi hutan kita yang sudah mulai pada punah. Inilah warisan untuk anak cucu kita yang sebenarnya.

Jadi jangan melulu batik yang diingat kalau dengar kata Pekalongan ya. Semua udah tahu kalo Pekalongan kota batik. Satu hal lagi yang perlu dibagikan bahwa Pekalongan punya kabupaten dan punya potensi wisata bak surga. Jadi ayo wisata ke kabupaten Pekalongan dan datang ke Petungkriyono..

Read More

Share Tweet Pin It +1

12 Comments

Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Popular Posts